slot preparation.lsrs.lu

Sikap Kritis Arsul Sani dalam Polemik Verifikasi Ijazah Calon Wakil Presiden

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026 - 08:05 WIB

50186 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Ketajaman pertanyaan Hakim Konstitusi Arsul Sani dalam persidangan di gedung Mahkamah Konstitusi memicu sorotan publik terkait transparansi verifikasi dokumen pendidikan calon wakil presiden. Arsul Sani secara eksplisit mempertanyakan sejauh mana Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan validasi menyeluruh terhadap dokumen pendidikan Gibran Rakabuming Raka yang sempat menjadi polemik di ruang publik. Dalam sidang yang berlangsung pada 23 September 2026 tersebut, Arsul menegaskan bahwa verifikasi tidak boleh sekadar menggugurkan kewajiban administratif, melainkan harus menyentuh substansi ijazah atau sertifikat kelulusan yang dilampirkan.

Arsul Sani, yang secara kebetulan memiliki rekam jejak pendidikan di institusi serupa yakni University of Technology Sydney (UTS), mengungkapkan pemahamannya mengenai sistem pendidikan luar negeri. Ia menuntut penjelasan lebih dalam mengenai verifikasi dokumen yang diterbitkan oleh UTS Insearch (kini bernama UTS College), guna memastikan apakah dokumen tersebut telah memenuhi standar kesetaraan yang dipersyaratkan oleh regulasi kepemiluan di Indonesia. Hakim konstitusi tersebut menekankan bahwa pengujian terhadap dokumen asing harus dilakukan secara komprehensif, bukan hanya terbatas pada surat keterangan penyetaraan dari otoritas pendidikan terkait.

Dalam paparannya, Arsul menyinggung ketentuan Pasal 18 ayat 1 huruf M dan pasal terkait dalam Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2023 yang mengatur tentang persyaratan pendidikan bakal pasangan calon. Ia secara tajam meminta KPU menjelaskan prosedur verifikasi yang telah dijalankan, apakah hanya bersifat formalitas pada surat keterangan penyetaraan atau juga mencakup verifikasi ijazah, certificate award, hingga status program pathway yang ditempuh di luar negeri. Baginya, klarifikasi ini krusial bukan hanya untuk kasus yang tengah ditangani, tetapi juga sebagai pembelajaran bagi integritas proses demokrasi di masa mendatang agar tidak menyisakan ruang keraguan di mata masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menutup argumennya, Arsul mengingatkan para pihak, khususnya penyelenggara pemilu, akan pentingnya mata hati dan ketelitian dalam menjalankan tugas konstitusional. Ia menegaskan bahwa setiap tahapan verifikasi harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang mencederai kepercayaan publik terhadap legitimasi kandidat yang terpilih dalam kontestasi politik nasional. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru