JAKARTA | PT Nations Petroleum, perusahaan energi yang berafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo, resmi ditetapkan sebagai pemenang lelang wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi tahap I untuk Blok Natuna D-Alpha. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 108.K/MG.4/DJM/2026 yang diteken pemerintah pada 17 September 2026. Penetapan melalui skema penawaran langsung ini menjadi sorotan lantaran komitmen investasi yang diajukan perusahaan tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan lima pemenang lelang lainnya.
Dalam kesepakatan tersebut, Nations Petroleum berkomitmen menggelontorkan dana sebesar US$ 103,3 juta untuk tiga tahun pertama, ditambah bonus tanda tangan senilai US$ 200 ribu. Rencana kerja yang diusung mencakup studi geologi dan geofisika, akuisisi data seismik 3D seluas 591 kilometer persegi, pembangunan satu pilot unit design and engineering, tiga paket studi terintegrasi CO2, serta pengeboran satu sumur appraisal dan satu sumur eksplorasi. Meski memiliki visi untuk meningkatkan efisiensi ekstraksi melalui teknologi pemulihan sumber daya, profil portofolio perusahaan yang minim informasi di situs resmi Arsari Group justru memicu tanda tanya publik mengenai rekam jejak operasional mereka di sektor migas yang memiliki risiko tinggi.
Upaya verifikasi terkait transparansi dan kesiapan teknis pemenang lelang ini belum membuahkan hasil. Vice President Corporate Communications Arsari Group, Ariseno Ridhwan, hingga kini belum memberikan tanggapan resmi mengenai penetapan tersebut. Langkah pemerintah memberikan kepercayaan kepada entitas yang minim rekam jejak publik untuk mengelola aset strategis nasional di Blok Natuna D-Alpha tentu menuntut pengawasan ketat, terutama guna memastikan komitmen investasi tersebut benar-benar terealisasi dan bukan sekadar angka di atas kertas. (*)








































