slot preparation.lsrs.lu

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Didesak Buka Suara Terkait Kasus Korupsi HGB

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026 - 06:13 WIB

50238 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 20 September 2026 – Posisi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid kini berada di bawah sorotan tajam publik menyusul keterlibatan sejumlah orang dekatnya dalam kasus dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) yang tengah diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hingga saat ini, klarifikasi Nusron yang hanya menyatakan menghormati proses hukum dinilai terlalu minimalis dan tidak menjawab keresahan masyarakat terkait integritas kementerian yang ia pimpin.

Kasus ini bermula ketika KPK mengungkap dugaan tindak pidana korupsi pengurusan HGB dengan nilai barang bukti yang disita mencapai Rp106 miliar. Dari total delapan tersangka yang telah ditetapkan, separuh di antaranya merupakan orang-orang kepercayaan Nusron Wahid. Meskipun para tersangka tersebut tidak memiliki jabatan formal di lingkungan Kementerian ATR/BPN, mereka diduga kuat memanfaatkan kedekatan dengan sang menteri untuk melancarkan praktik lancung tersebut atas nama otoritas kementerian.

Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, turut angkat bicara dan mendorong Nusron untuk memberikan penjelasan yang lebih transparan kepada publik jika memang tidak terlibat. Desakan ini muncul bukan tanpa alasan, mengingat dampak dari skandal tersebut telah merembet luas, mulai dari rusaknya kredibilitas kementerian, nama baik pemerintahan, hingga beban politis bagi Partai Golkar itu sendiri. Pengamat menilai bahwa sikap diam atau sekadar mengikuti prosedur hukum tanpa memberikan keterangan terbuka justru akan membuat posisi Nusron semakin terpojok dan menjadi bahan perbincangan publik yang kontraproduktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Realitas ini menjadi ironi besar bagi Nusron Wahid yang sebelumnya gencar mengumandangkan janji pemberantasan mafia tanah. Kini, ia justru berhadapan dengan badai korupsi di lingkup internalnya sendiri yang melibatkan orang-orang terdekatnya. Publik kini menanti langkah konkret dari Nusron, apakah ia akan berani membuka pintu keterbukaan atau justru membiarkan spekulasi liar terus berkembang hingga mengancam stabilitas posisinya sebagai menteri. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru