JAKARTA — Rekaman video yang menampilkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memerintahkan sejumlah pejabat untuk keluar dari gerbong LRT Jabodebek dalam agenda peresmian rute Kelapa Gading-Manggarai pada Rabu, 16 September 2026, memicu perdebatan publik. Dalam video yang beredar luas di media sosial, Teddy terlihat memberikan gestur tangan yang mendesak para pejabat di dekat pintu kereta untuk segera menyingkir dari area gerbong utama.
Belakangan diketahui bahwa kelompok pria berpakaian putih yang diminta keluar tersebut merupakan jajaran petinggi BUMN dan BUMD DKI Jakarta, termasuk Direktur Utama PT LRT Jakarta, Aditia Kesuma Negara. Insiden ini berlangsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang tengah meninjau rute baru LRT tersebut. Tindakan Seskab yang terkesan otoriter itu memicu spekulasi dan narasi liar mengenai adanya pengusiran terhadap pejabat daerah di tengah kunjungan kenegaraan.
Menanggapi kritik yang terus mengalir, pihak Sekretariat Kabinet memberikan klarifikasi resmi melalui akun Instagram @catatanseskab pada Kamis, 17 September 2026. Pihak Sekretariat Kabinet berdalih bahwa tindakan tersebut dilakukan bukan untuk mempermalukan para pejabat, melainkan demi memberikan ruang aksesibilitas bagi pengguna kursi roda yang turut serta dalam kunjungan tersebut. Menurut keterangan resmi, langkah sterilisasi area pintu diambil guna memastikan pergerakan penyandang disabilitas tidak terhambat dan rombongan kepresidenan dapat beraktivitas dengan aman selama uji coba rute baru.
Meski telah diklarifikasi sebagai upaya sterilisasi bagi kelompok disabilitas, gaya komunikasi Teddy yang terekam dalam video tersebut tetap menjadi sorotan tajam. Publik mempertanyakan etika keprotokoleran yang dipertontonkan di ruang publik, mengingat sosok yang diminta keluar adalah para pemimpin instansi yang memegang kendali atas infrastruktur transportasi tersebut. Hingga kini, belum ada tanggapan lebih lanjut dari jajaran pejabat yang diminta keluar terkait insiden yang terjadi di dalam rangkaian kereta tersebut. (*)








































