slot preparation.lsrs.lu

Kiai Hasan Abdullah Sahal Sampaikan Pesan Kritis di Depan Presiden Prabowo

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026 - 05:29 WIB

50206 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PONOROGO – Peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor pada Sabtu (19/9/2026) menjadi panggung bagi kritik tajam terkait etika kepemimpinan nasional. Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal, secara terbuka menyampaikan sindiran keras di hadapan Presiden Prabowo Subianto mengenai maraknya budaya “cari muka” yang kini menjangkiti berbagai lapisan masyarakat dan pemegang kekuasaan.

Dalam pidatonya, Kiai Hasan menegaskan bahwa fenomena mencari ijazah, jabatan, hingga mencari muka demi kepentingan pribadi telah merusak tatanan moral bangsa. Ia secara lugas menyinggung perilaku oportunis yang sering dilakukan demi mendapatkan perhatian atau posisi, sebuah pengingat bagi para pejabat negara agar tidak terjebak dalam politik transaksional yang mengabaikan nilai-nilai sejarah dan peradaban. Kiai Hasan menekankan bahwa Gontor tetap konsisten pada ijtihad pendirinya, yakni menjaga pondok sebagai lembaga pendidikan yang bebas dari afiliasi politik praktis maupun kepentingan golongan tertentu.

Lebih jauh, ia melontarkan tantangan moral bagi Presiden Prabowo untuk membuktikan keberpihakannya pada kesederhanaan dan kejujuran. Sang Kiai menegaskan bahwa sebagai pimpinan pondok, ia membuka diri untuk dikritik dan diprotes jika gaya hidup, pakaian, hingga kendaraan yang ia gunakan melebihi apa yang dirasakan oleh para santri. Pernyataan ini menjadi sindiran halus namun telak bagi para pemimpin yang kerap menunjukkan kemewahan di tengah penderitaan atau kesederhanaan rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Hasan juga mengingatkan bahwa sejarah 100 tahun Gontor telah melewati berbagai masa sulit dan dinamika politik, namun pondok tetap bertahan karena berpegang pada nilai-nilai ketauhidan. Ia menutup pesannya dengan menekankan bahwa setiap zaman memiliki pemimpinnya sendiri, namun setiap pemimpin harus mampu memberikan solusi bagi setiap masalah bangsa tanpa harus kehilangan jati diri atau terjebak dalam korupsi moral. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru