slot preparation.lsrs.lu

Tudingan Aliran Dana Kuota Haji dan Isu Faksi di Internal NU Menghangat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026 - 01:34 WIB

50229 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Isu dugaan keterlibatan sejumlah tokoh dalam pusaran kasus korupsi kuota haji kembali mencuat ke permukaan publik. Dalam sebuah pernyataan yang menyoroti integritas organisasi, muncul klaim mengenai adanya permintaan dana sebesar satu juta dolar Amerika Serikat yang dikaitkan dengan nama Nusron Wahid, sebuah isu yang memicu polemik mengenai tata kelola dan persatuan di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

Informasi tersebut diungkapkan melalui tayangan video yang diunggah oleh kanal SANTRI NUSANTARA pada Sabtu, 19 September 2026. Dalam video tersebut, sosok yang akrab disapa Gus Lilur memberikan kritik tajam terhadap fenomena faksionalisme yang dianggapnya mulai menggerogoti keutuhan organisasi. Ia menegaskan bahwa tidak seharusnya ada pengelompokan yang mengatasnamakan tokoh-tokoh tertentu di dalam tubuh organisasi Islam terbesar tersebut, seraya menyatakan bahwa segala bentuk penyimpangan hukum, termasuk dugaan tindak pidana korupsi, harus disikapi dengan tegas tanpa memandang latar belakang kelompok.

Selain menyoroti isu internal organisasi, narasi dalam video tersebut juga bergeser pada persoalan serius terkait praktik mafia tanah yang masih marak terjadi di Indonesia. Penegasan mengenai pentingnya perbaikan sistem di internal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) disampaikan sebagai upaya untuk memutus rantai keterlibatan oknum dalam sengketa lahan. Salah satu contoh yang disinggung adalah kasus sengketa tanah yang menimpa mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang menurutnya merupakan refleksi dari lemahnya pengawasan dan prosedur internal pada masa lampau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam upaya melakukan pembenahan, pihak terkait mendorong masyarakat untuk segera melakukan pemutakhiran data sertifikat tanah, khususnya yang diterbitkan sebelum tahun 1997. Langkah ini dipandang krusial untuk meminimalisir potensi konflik tumpang tindih lahan yang kerap menjadi celah bagi praktik mafia tanah. Komitmen untuk menegakkan aturan dan memastikan aparatur memiliki prinsip yang kuat menjadi poin utama dalam narasi perbaikan tata kelola pertanahan di masa mendatang. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru