slot preparation.lsrs.lu

Polemik MBG : Antara Efisiensi Anggaran dan Ancaman Limbah Makanan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026 - 01:17 WIB

50256 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 19 September 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan tajam di tengah perdebatan mengenai tata kelola anggaran dan dampaknya terhadap program perlindungan sosial lainnya. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program yang menargetkan perbaikan gizi generasi emas 2045 ini tidak memangkas alokasi bantuan sosial (bansos). Namun, berbagai pihak menuntut evaluasi mendalam terkait urgensi, transparansi, dan potensi pemborosan anggaran yang dinilai belum sejalan dengan realitas di lapangan.

Kritik keras datang dari para pengamat yang menyoroti angka anggaran jumbo sebesar Rp240 triliun. Muncul usulan agar pemerintah lebih rasional dalam penetapan pagu anggaran dengan menyesuaikan kebutuhan riil, bahkan disarankan untuk mengembalikan kelebihan dana ke kas negara demi kepentingan lain yang lebih mendesak. Isu krusial lainnya yang mengemuka adalah besarnya potensi limbah makanan (food waste) dari program ini. Berdasarkan data, Indonesia saat ini tercatat sebagai penyumbang limbah makanan terbesar kedua di dunia, dan dikhawatirkan skema distribusi masal MBG tanpa manajemen yang terukur justru akan memperburuk kondisi tersebut, mengingat tingginya angka makanan sisa di tingkat satuan pendidikan.

Selain persoalan limbah, beban kerja guru yang difungsikan sebagai pengawas katering dan pengecek kualitas makanan turut menuai polemik. Meskipun pemerintah berdalih penugasan tersebut dilakukan demi menjamin keamanan gizi dan mencegah keracunan, para praktisi pendidikan menilai hal ini telah mendistorsi tugas utama guru. Di sisi lain, pemerintah menuding adanya orkestrasi disinformasi oleh kelompok tertentu yang sengaja membangun narasi negatif, termasuk isu penolakan daerah terhadap program ini yang dianggap tidak memiliki dasar fakta yang kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah hiruk-pikuk pro dan kontra, tuntutan perbaikan tata kelola menjadi poin utama yang disuarakan berbagai kalangan. Pemerintah didesak untuk memprioritaskan kualitas gizi, akuntabilitas audit, serta efisiensi operasional ketimbang sekadar mengejar target penyerapan anggaran. Pengamat menekankan bahwa keberhasilan sebuah kebijakan publik tidak diukur dari seberapa besar dana yang dihabiskan, melainkan dari manfaat yang dirasakan masyarakat tanpa harus mengorbankan kesejahteraan sektor lainnya, seperti kenaikan gaji tenaga pendidik dan perbaikan sarana prasarana sekolah yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru