slot preparation.lsrs.lu

Utang Membengkak dan Program Bakar Uang, Pergantian Menkeu Dinilai Jadi Sinyal Ketidakstabilan Ekonomi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026 - 01:07 WIB

50243 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 19 September 2026 – Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan dalam reshuffle kabinet jilid 6 memicu sorotan tajam dari berbagai kalangan, termasuk pakar ekonomi. Pergantian yang berlangsung mendadak, bahkan disebut terjadi saat Purbaya masih memimpin rapat, mempertegas adanya dinamika internal yang retak antara penguasa fiskal dan pemegang kendali kebijakan di lingkungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ekonom senior Said Didu menilai, penunjukan Suahasil Nazara sebagai suksesor Purbaya tidak akan serta-merta menyelesaikan persoalan fundamental ekonomi nasional yang kian terhimpit. Menurutnya, pemerintah saat ini menghadapi beban utang yang sangat berat, di mana pembayaran pokok dan bunga utang telah melonjak drastis hingga mencapai kisaran Rp1.600 triliun per tahun, dibandingkan era pemerintahan sebelumnya yang hanya di angka Rp300 triliun. Situasi ini diperparah dengan adanya berbagai program pemerintah yang disebut sebagai “program bakar uang”, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dianggap justru semakin menggerus postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kritik keras juga mengarah pada koordinasi di lingkungan Kementerian Keuangan. Pengamat ekonomi Ibrahim menyoroti bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor energi yang mencapai 1,5 juta barel per hari menjadi beban dolar yang sangat berat bagi stabilitas kurs. Tanpa adanya revisi mendasar pada kebijakan energi dan optimalisasi penerimaan negara dari sektor komoditas melalui revisi undang-undang minerba, beban anggaran akan terus melambung. Ibrahim menegaskan bahwa program MBG harus dilakukan penyesuaian target secara ketat agar tidak membebani APBN secara berkelanjutan hingga tahun 2029.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Said Didu menambahkan bahwa ketegangan internal di Kementerian Keuangan kemungkinan besar dipicu oleh ketidakpercayaan pemerintah terhadap birokrasi di bawah Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai. Aksi Purbaya yang melakukan perombakan internal tanpa koordinasi disebut menjadi pemicu kekecewaan Presiden. Di sisi lain, muncul wacana krusial mengenai urgensi pemisahan antara fungsi Bendahara Negara dan fungsi Penerimaan Negara. Dengan menggabungkan keduanya, Menteri Keuangan dinilai memiliki kewenangan terlalu besar yang memungkinkan terjadinya kompromi anggaran di ruang tertutup, yang pada akhirnya justru menjauhkan transparansi pengelolaan keuangan negara dari pengawasan publik yang semestinya. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru