JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mengoperasikan LRT Jakarta koridor Kelapa Gading menuju Manggarai pada Rabu, 16 September 2026. Di tengah seremoni peresmian yang berlangsung di pusat integrasi moda transportasi tersebut, Kepala Negara menekankan bahwa kehadiran infrastruktur ini merupakan wujud nyata kemajuan bangsa yang dilakukan secara bertahap, meskipun belum sepenuhnya mencapai taraf fantastis.
Dalam pidatonya, Presiden menyoroti transformasi sistem transportasi di ibu kota yang kini mulai mengintegrasikan berbagai moda, mulai dari LRT, KRL, hingga layanan Trans Jakarta dan kereta bandara di kawasan Manggarai. Menurutnya, pencapaian ini merupakan lompatan jauh dibandingkan kondisi transportasi publik pada lima hingga sepuluh tahun lalu yang dinilai belum terorganisir dengan baik. Selain fokus pada mobilitas warga, pemerintah juga menyatakan rencana strategis untuk membangun menara-menara perumahan yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di sekitar kawasan transport hub tersebut guna mendukung aksesibilitas pekerja.
Namun, di balik optimisme peresmian tersebut, tantangan besar menanti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan otoritas transportasi dalam menjaga konsistensi layanan. Meskipun Presiden memuji aksesibilitas yang telah membaik, publik menaruh harapan besar agar integrasi antarmoda tidak sekadar menjadi jargon di atas kertas. Efisiensi waktu tempuh perjalanan antara Kelapa Gading dan Manggarai yang diklaim mencapai 28 menit kini menjadi tolok ukur baru bagi masyarakat dalam menilai keberhasilan proyek ini. Keberhasilan sistem transportasi massal ini di masa depan sangat bergantung pada sinergi antarlembaga dan kemampuan pemerintah dalam menjaga keberlanjutan operasional serta keterjangkauan bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)








































