slot preparation.lsrs.lu

Perombakan Mendadak Kursi Bendahara Negara: Kinerja atau Konflik Internal?

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026 - 05:12 WIB

50258 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 15 September 2026 – Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan mencopot Purbaya Yudi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan dan melantik Suahasil Nazara sebagai penggantinya pada Senin sore. Pergantian pucuk pimpinan di Kementerian Keuangan ini memicu tanda tanya besar di kalangan publik, mengingat langkah tersebut dilakukan tanpa adanya tanda-tanda krisis ekonomi yang mendesak atau evaluasi kinerja yang transparan sebelumnya.

Di tengah hiruk-pikuk pembahasan RAPBN 2027 dan penyelesaian APBN 2026, suksesi ini dinilai sangat buru-buru. Juru bicara Partai Gerindra, Kamrussamad, berdalih bahwa pergantian menteri adalah hak prerogatif presiden yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja, membangun kepercayaan pasar, serta memperbaiki konsolidasi birokrasi di internal Kementerian Keuangan. Ia mengklaim bahwa Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, dianggap lebih memahami medan dan mampu menyelaraskan kebijakan fiskal dengan arahan prioritas pemerintah.

Namun, narasi tersebut berbanding terbalik dengan analisis pengamat politik, Ray Rangkuti. Ia mencium aroma ketidakharmonisan di balik layar yang menjadi pemicu utama perombakan ini. Menurutnya, keputusan presiden diduga kuat lahir dari rasa jengkel terhadap Purbaya Yudi Sadewa. Ketegangan disinyalir muncul akibat adanya friksi terkait permintaan pendanaan sebesar Rp 128 triliun dari lembaga Danantara ke pos APBN. Ketidakpatuhan atau keengganan sang mantan menteri dalam mengakomodasi program-program unggulan presiden, seperti program makan bergizi gratis, koperasi merah putih, hingga skema pendanaan Danantara, disebut-sebut sebagai alasan nyata yang membuat sang menteri harus didepak lebih awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kritik tajam pun mengarah pada pola kepemimpinan presiden yang dinilai tidak konsisten dalam proses seleksi pembantu negara. Belum genap satu tahun menjabat, pergantian ini dianggap sebagai preseden buruk yang menunjukkan ketidaktelitian dalam menakar integritas dan kemampuan konsolidasi birokrasi sejak awal. Fenomena ini juga menjadi peringatan keras bagi jajaran menteri lain: posisi mereka sangat rentan jika dianggap menghambat atau mencoba mengotak-atik program andalan istana. Dengan pelantikan ini, tantangan besar kini berada di pundak Suahasil Nazara untuk menjaga kredibilitas dan stabilitas keuangan negara di tengah bayang-bayang tekanan politik yang kental dalam kabinet merah putih. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru