slot preparation.lsrs.lu

Mahfud MD Kritisi Tata Kelola Keuangan dan Kasus Keracunan Program Makan Bergizi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026 - 04:18 WIB

50119 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 15 September 2026 – Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyoroti sejumlah persoalan krusial dalam pemerintahan, mulai dari perombakan posisi Menteri Keuangan hingga kegagalan tata kelola dalam program Makan Bergizi (MBG). Mahfud menilai pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudi Sadewa kepada Suahasil Nazara merupakan langkah koreksi yang perlu diapresiasi, namun ia menekankan bahwa persoalan fundamental di Kementerian Keuangan selama ini terletak pada buruknya komunikasi publik dan lemahnya substansi kebijakan yang diambil.

Dalam pandangan Mahfud, Purbaya dinilai gagal membangun optimisme publik dan kerap melontarkan pernyataan yang justru menimbulkan keresahan, seperti pengumuman mengenai kondisi keuangan 490 daerah yang diklaim sulit membayar gaji pegawai. Mahfud juga menyinggung ketidakkonsistenan kebijakan, termasuk dalam urusan pembiayaan proyek strategis nasional seperti Whoosh yang awalnya dijanjikan tidak menggunakan APBN, namun pada akhirnya membebani keuangan negara secara signifikan.

Selain sektor keuangan, Mahfud memberikan kritik keras terhadap rentetan kasus keracunan makanan yang menimpa siswa di berbagai daerah dalam pelaksanaan program MBG. Ia menegaskan bahwa kejadian ini bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan cerminan dari sistem tata kelola yang amburadul sejak awal. Menurutnya, pemerintah tidak boleh sekadar melakukan teguran atau perbaikan parsial, melainkan harus berani melakukan tindakan hukum dan pemutusan kontrak terhadap penyedia dapur yang terbukti membahayakan nyawa anak-anak sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahfud menyoroti dominasi yayasan dan institusi besar sebagai penyedia dapur utama yang justru berpotensi memicu konflik kepentingan serta inefisiensi. Ia mendesak agar tata kelola program MBG segera dialihkan berbasis desa dengan memberdayakan koperasi desa atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Strategi ini diyakini tidak hanya menjamin keamanan pangan melalui pengawasan lokal yang lebih ketat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat desa secara signifikan.

Lebih jauh, Mahfud menuntut agar Kejaksaan Agung lebih serius menindaklanjuti dugaan korupsi yang menyertai pengadaan program tersebut, termasuk pengadaan sistem teknologi informasi yang diduga bernilai triliunan rupiah. Ia memperingatkan bahwa jika tata kelola tidak segera dirombak total dan oknum yang terlibat tidak diproses hukum, program ini akan terus memakan korban dan berakhir dengan kegagalan sistemik yang merugikan masa depan generasi muda Indonesia. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru