slot preparation.lsrs.lu

Suahasil Nazara Gantikan Purbaya, Perombakan Mendadak Kementerian Keuangan Jadi Sorotan di Tengah Tekanan Fiskal Nasional

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026 - 03:54 WIB

5083 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 15 September 2026 – Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan melakukan perombakan di jajaran Kementerian Keuangan dengan melantik Prof. Suahasil Nazara, PhD sebagai Menteri Keuangan baru. Pelantikan yang berlangsung di Jakarta, Senin 14 September 2026, ini menandai berakhirnya masa jabatan menteri sebelumnya, Purbaya, dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.

Pergantian kepemimpinan di instansi bendahara negara ini memunculkan beragam spekulasi di tengah tantangan ekonomi yang dinamis. Dalam prosesi resmi yang dipimpin langsung oleh Presiden, Suahasil Nazara diambil sumpahnya untuk menjalankan tugas jabatan sesuai dengan konstitusi. Langkah ini diambil di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas fiskal nasional yang menjadi tulang punggung perekonomian di masa sisa jabatan kabinet saat ini.

Pasca pelantikan, Suahasil menegaskan bahwa mandat utama yang diberikan Presiden Prabowo adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. Ia menyoroti pentingnya APBN untuk tetap kredibel di mata publik dan pasar, sembari terus mendukung program-program prioritas pemerintah secara efisien. Menanggapi isu perombakan yang mendadak, Suahasil menyebut transisi ini sebagai bagian dari kelanjutan kerja di dalam tubuh Kementerian Keuangan yang harus tetap berjalan optimal dengan dukungan 77.000 pegawai di seluruh Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski publik mempertanyakan alasan di balik pencopotan Purbaya, Suahasil memilih untuk tidak berkomentar mengenai nasib pendahulunya tersebut. Ia berkomitmen bahwa prioritas utamanya ke depan adalah memastikan defisit anggaran tetap terjaga di bawah ambang batas tiga persen, serta memastikan bahwa setiap rupiah dalam belanja negara mampu menghasilkan output yang maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat luas, bukan sekadar pemotongan anggaran semata.

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru