slot preparation.lsrs.lu

Polemik Data Penerima Makan Bergizi Gratis: Guntur Romli Desak Transparansi Sekolah Elite

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 17:15 WIB

50353 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 12 September 2026 – Isu mengenai dugaan keterlibatan sekolah-sekolah swasta elite dalam daftar penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu kritik tajam dari berbagai pihak. Politisi PDI Perjuangan, Guntur Romli, secara tegas mendesak pemerintah untuk membuka data penerima bantuan tersebut secara transparan guna menjawab kecurigaan publik yang kian menguat.

Kritik ini mencuat menyusul adanya laporan mengenai pencoretan sebanyak 1.653 sekolah dari daftar penerima program tersebut oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kebijakan tersebut bukannya meredam polemik, justru dinilai menimbulkan tanda tanya besar mengenai urgensi dan ketepatan sasaran program di lapangan. Guntur mempertanyakan logika di balik masuknya sekolah-sekolah swasta internasional—yang memiliki biaya pendidikan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah—ke dalam alokasi bantuan gizi pemerintah.

Ia menilai, ketidakterbukaan data terkait sekolah mana saja yang sebelumnya terdaftar dan kemudian dicoret merupakan blunder fatal yang berpotensi meruntuhkan kepercayaan masyarakat. Menurut Guntur, pemerintah seharusnya memprioritaskan anggaran tersebut bagi anak-anak di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta wilayah dengan prevalensi kemiskinan dan stunting yang tinggi. Mengalirkan dana rakyat ke institusi pendidikan mewah dianggap sebagai tindakan yang melukai rasa keadilan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Guntur mengingatkan adanya skenario yang lebih buruk, yakni jika sekolah-sekolah elite tersebut terdaftar sebagai penerima namun bantuan tidak pernah tersalurkan. Kondisi tersebut, menurutnya, mengarah pada indikasi praktik korupsi melalui modus data fiktif yang harus diusut tuntas oleh aparat penegak hukum. Ketidakjelasan penjelasan dari otoritas terkait dikhawatirkan hanya akan memperkuat persepsi publik bahwa ada praktik pengelolaan anggaran yang tidak transparan.

Publik kini menuntut jawaban konkret mengenai rincian data penerima, waktu alokasi, serta besaran anggaran yang sempat disiapkan untuk sekolah-sekolah tersebut. Transparansi data menjadi harga mati agar Program Makan Bergizi Gratis tidak dianggap sekadar gimik pencitraan, melainkan upaya nyata negara dalam memenuhi hak gizi anak bangsa yang benar-benar membutuhkan. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru