slot preparation.lsrs.lu

Misteri Kekerasan dan Pengerahan Massa dalam Kerusuhan Agustus di Jakarta

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 17:06 WIB

50221 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Dua pekan setelah kerusuhan yang pecah di kawasan Slipi, Jakarta Barat, dan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 27 Agustus 2026, kepolisian hingga kini belum berhasil menetapkan satu pun tersangka. Peristiwa yang berujung pada kematian seorang pedagang kaca berusia 60 tahun bernama Bambang Setiawan serta penganiayaan terhadap seorang pelajar dan warga sipil lainnya ini masih menyisakan banyak teka-teki yang belum terpecahkan oleh pihak berwenang.

Informasi mengenai perkembangan penyelidikan kasus ini, sebagaimana dikutip dari kanal Tempodotco, menunjukkan bahwa kepolisian sebenarnya telah menyebarkan sketsa wajah dari dua orang yang diduga sebagai pelaku utama pengeroyokan yang menyebabkan korban jiwa. Namun, identitas dan asal-usul kedua terduga pelaku tersebut hingga saat ini masih belum dapat diidentifikasi oleh aparat penegak hukum. Ketidakpastian ini semakin diperumit dengan munculnya dugaan keterlibatan berbagai kelompok massa yang turun ke jalan pada malam peristiwa tersebut.

Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rosario de Marshal atau yang lebih dikenal sebagai Hercules, secara terbuka mengakui telah mengerahkan sekitar 500 anggotanya ke kawasan Slipi pada malam itu. Hercules menyatakan bahwa mobilisasi tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan wilayah Jakarta dari para perusuh yang masih bertahan setelah aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI berakhir. Meski demikian, kehadiran massa dengan atribut tertentu di berbagai titik kerusuhan, termasuk di Pejompongan, memicu bentrokan yang tidak terelakkan dan menelan korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi di lapangan semakin mencekam ketika sejumlah pihak diduga melakukan aksi sweeping dan intimidasi, yang kemudian berujung pada penganiayaan terhadap warga setempat yang berada di lokasi kejadian. Warga di sekitar Pejompongan menyebutkan bahwa kelompok tak dikenal turun dengan menggunakan kendaraan bak terbuka dan membawa senjata tumpul, yang memicu kepanikan massal. Terkait dengan insiden ini, pihak kepolisian hingga kini masih terus melakukan penyidikan mendalam guna mengungkap dalang di balik kekerasan tersebut, sekaligus memastikan pertanggungjawaban hukum bagi pelaku yang telah menghilangkan nyawa dan melukai warga sipil. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru