slot preparation.lsrs.lu

Manuver Penambal Defisit Anggaran di Tengah Tekanan Arus Kas Pemerintah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 16:34 WIB

50244 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 12 September 2026 – Kondisi kesehatan fiskal nasional tengah menjadi sorotan tajam menyusul langkah pemerintah yang berupaya menarik dividen badan usaha milik negara (BUMN) sebesar Rp 120 triliun dari lembaga pengelola investasi, Danantara. Kebijakan ini dinilai sebagai respons atas semakin sempitnya ruang fiskal pemerintah dalam menjaga keseimbangan anggaran di tengah tahun anggaran yang berjalan.

Informasi ini dikutip dari kanal Tempodotco, yang mengulas perdebatan antara otoritas keuangan dan manajemen Danantara terkait urgensi penyetoran dana tersebut. Ketegangan ini memicu pertanyaan publik mengenai stabilitas arus kas negara, terutama karena di saat bersamaan, banyak pelaku usaha mengeluhkan penahanan restitusi pajak yang telah berlangsung cukup lama. Penahanan hak wajib pajak ini disinyalir dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk menekan defisit anggaran agar tidak melampaui batas psikologis tiga persen terhadap produk domestik bruto.

Selain penarikan dividen dan penahanan restitusi, pemerintah juga diduga tengah menggenjot penerimaan negara bukan pajak (PNBP) melalui penyesuaian tarif layanan publik, termasuk kenaikan tarif notaris yang kini tengah menghadapi gugatan uji materi di Mahkamah Konstitusi. Fenomena ini memperkuat indikasi bahwa pemerintah tengah melakukan berbagai manuver keuangan atau praktik creative financing untuk menambal kebocoran anggaran akibat beban belanja yang terus membengkak, termasuk pendanaan program-program prioritas pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pengamat ekonomi memperingatkan bahwa langkah-langkah yang bersifat jangka pendek ini berisiko menciptakan efek crowding out bagi sektor swasta. Ketidakpastian mengenai kepastian investasi dan arus kas yang tersumbat di tingkat pengusaha dikhawatirkan akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan. Transparansi data keuangan yang dinilai semakin minim oleh publik pun menambah kekhawatiran mengenai akuntabilitas pengelolaan APBN di masa mendatang. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru