slot preparation.lsrs.lu

DPR Soroti Dugaan Pembohongan Konsumen dalam Masifnya Impor Mobil Listrik

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 05:01 WIB

50184 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 12 September 2026 – Anggota Komisi VII DPR RI, Mohammad Toha, melontarkan kritik tajam terhadap fenomena masifnya peredaran kendaraan listrik di Indonesia yang dinilai belum disertai dengan perlindungan memadai bagi konsumen. Dalam rapat kerja yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026), Toha menyoroti adanya indikasi pembohongan publik yang dilakukan oleh para penjual mobil listrik akibat kurangnya standarisasi dan pengawasan ketat dari pemerintah.

Kekhawatiran Toha berpijak pada minimnya literasi masyarakat mengenai spesifikasi teknis baterai, yang menjadi jantung dari kendaraan listrik. Menurutnya, banyak produsen maupun importir yang memasukkan berbagai model kendaraan tanpa memberikan informasi yang transparan dan akurat kepada pembeli, sehingga konsumen terjebak dalam ketidaktahuan. Kondisi ini diperparah dengan belum adanya sistem pengawasan pasar (market surveillance) yang mumpuni untuk menjamin bahwa produk yang beredar telah melalui pengujian keamanan yang ketat.

Menanggapi hal tersebut, Profesor dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus pendiri National Battery Research Institute (NBRI), Evvy Kartini, mengamini bahwa Indonesia saat ini memang masih terjebak pada pola impor murni tanpa adanya mekanisme penyaringan kualitas yang kuat. Evvy mengungkapkan bahwa di lapangan, tidak sedikit baterai kendaraan listrik yang diuji tidak memenuhi kapasitas siklus yang dijanjikan, namun tetap dipaksakan untuk dijual secara bebas di pasar domestik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain persoalan teknis dan kualitas, rapat tersebut juga menyoroti kerentanan Indonesia dalam menghadapi ancaman limbah baterai di masa depan. Hingga saat ini, pemerintah dinilai belum memiliki lembaga atau perusahaan daur ulang yang memadai untuk menangani ribuan ton limbah baterai kendaraan listrik yang diprediksi akan menumpuk dalam tiga hingga lima tahun mendatang. Limbah ini berpotensi menjadi sampah berbahaya jika tidak dikelola dengan sistem yang terstandarisasi sejak dini.

Lebih jauh, perdebatan dalam ruang rapat juga menyinggung ketiadaan laboratorium pengujian khusus untuk kendaraan roda empat yang beredar di Indonesia. Meskipun standarisasi internasional menjadi acuan, Toha menekankan bahwa tanpa laboratorium pengujian nasional yang tersertifikasi, pemerintah akan kesulitan melakukan penegakan aturan terhadap pelaku usaha yang abai terhadap aspek keselamatan. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dalam memetakan infrastruktur pengujian dan kejelasan regulasi pengawasan agar insentif yang diberikan pemerintah tidak justru membebani konsumen dengan produk yang tidak terjamin keamanannya. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru