JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa proses rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Kementerian Keuangan dilakukan secara profesional dan transparan. Pernyataan tersebut disampaikan guna merespons beredarnya isu di media sosial terkait adanya praktik jual beli jabatan dalam pengisian posisi tertentu di kementerian yang ia pimpin.
Purbaya secara tegas membantah tudingan yang menyebut dirinya mematok harga miliaran rupiah untuk jabatan tertentu. Ia mengungkapkan rasa bingungnya terhadap asal-usul isu tersebut yang menurutnya tidak berdasar. Dalam penjelasannya, ia memastikan bahwa penempatan pegawai didasarkan pada penilaian kinerja yang melibatkan berbagai pihak, termasuk evaluasi mendalam dari Sekretaris Jenderal dan atasan langsung pejabat yang bersangkutan guna memastikan orang yang tepat berada di posisi yang tepat.
Dalam acara yang berlangsung pada Kamis, 10 September 2026 tersebut, Purbaya menekankan bahwa rotasi dan mutasi adalah bagian dari mekanisme penyegaran organisasi yang sehat agar tidak statis. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil murni berdasarkan profesionalisme dan bukan atas dasar transaksi finansial. Ia pun telah melakukan konfirmasi kepada Sekretaris Jenderal terkait isu tersebut dan menyimpulkan bahwa kabar miring yang beredar hanyalah rumor belaka.
Selain menanggapi isu internal, Purbaya juga memaparkan capaian kinerja fiskal selama satu tahun kepemimpinannya. Hingga akhir Juli 2026, penerimaan pajak tercatat mencapai Rp1.224,3 triliun atau tumbuh 23,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Purbaya menegaskan bahwa capaian ini diraih tanpa adanya kenaikan tarif pajak maupun penerapan jenis pajak baru bagi masyarakat. Fokus kebijakan tetap diarahkan pada perbaikan administrasi, pengawasan, tata kelola, dan penutupan celah kebocoran anggaran.
Di sisi belanja negara, realisasi telah mencapai Rp969,6 triliun dengan pertumbuhan sebesar 18,62 persen. Sementara itu, defisit anggaran tetap terjaga secara terkendali di angka Rp235,6 triliun atau sekitar 0,91 persen terhadap PDB hingga akhir Juli. Purbaya optimistis bahwa hingga akhir tahun nanti, defisit akan tetap berada pada kisaran target yang telah direncanakan sebesar 2,85 persen, sembari terus menjaga disiplin fiskal dan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan negara. (*)








































