slot preparation.lsrs.lu

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

5080 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – Gerakan Mahasiswa Peduli Perikanan atau GEMPAR kembali menunjukkan peran mahasiswa di luar ruang kampus dengan membawa inovasi budidaya ikan yang aplikatif ke lingkungan pesantren. Melalui program berbagi ilmu tentang sistem Budikdamber, yakni Budidaya Ikan dalam Ember, mahasiswa berupaya mendorong kemandirian pangan, peningkatan gizi, hingga kemandirian ekonomi di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.

Kegiatan yang menyasar para santri ini tidak sekadar mengajarkan teknik budidaya, tetapi mengintegrasikan praktik tersebut dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. GEMPAR memposisikan kegiatan ini sebagai wujud nyata dari SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu, di mana mahasiswa memberikan edukasi perikanan yang aplikatif, mudah diterapkan, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari santri di luar kampus.

Apa yang diajarkan dan mengapa penting? Praktik budidaya mandiri dengan ember ini bertujuan agar lingkungan pesantren mampu memproduksi ikan sendiri untuk memastikan terpenuhinya asupan protein harian yang sehat bagi para santri. Hal ini sejalan dengan SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, di mana ketersediaan pangan bergizi menjadi kunci untuk menunjang kesehatan dan konsentrasi belajar santri. Dengan sistem yang sederhana, pesantren tidak perlu bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar untuk memenuhi kebutuhan protein hewani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Siapa yang terlibat dan di mana kegiatan ini berlangsung? Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa yang tergabung dalam GEMPAR bersama keluarga besar pesantren sebagai mitra utama. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting, karena tanpa kolaborasi yang solid, inisiatif pemberdayaan tidak akan berjalan lancar. Prinsip ini merepresentasikan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, di mana perguruan tinggi dan masyarakat saling memperkuat.

Lebih dari sekadar pemenuhan gizi, hasil panen dari sistem Budikdamber kelak juga diproyeksikan menjadi peluang usaha mikro yang berdampak langsung pada peningkatan kemandirian ekonomi pesantren. Ikan yang dihasilkan dapat dikonsumsi sendiri maupun dijual untuk menambah kas pesantren, sehingga sejalan dengan SDG 1 tentang Tanpa Kemiskinan. Model usaha kecil berbasis pangan ini mengajarkan santri tentang kewirausahaan sejak dini, mulai dari proses produksi hingga pemasaran.

Di sisi lain, penerapan sistem Budikdamber juga mengajarkan prinsip SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Sistem ini memanfaatkan sarana sederhana seperti ember bekas secara efisien untuk memproduksi pangan berkelanjutan tanpa membutuhkan lahan luas maupun modal besar. Air bekas budidaya pun dapat dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman, sehingga menciptakan siklus produksi yang ramah lingkungan dan zero waste di lingkungan pesantren.

Kegiatan pemberdayaan yang berlangsung pada 3 November 2026 tersebut menegaskan bahwa inovasi perikanan tidak harus mahal dan rumit. Dengan edukasi yang tepat, pesantren dapat bertransformasi menjadi pusat kemandirian pangan yang tidak hanya mencetak santri yang unggul dalam ilmu agama, tetapi juga tangguh dalam kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan. (*)

Berita Terkait

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026
Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen
Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026
Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik
Polsek Bambel Edukasi Pelajar SMP Negeri 1 Bambel, Ingatkan Bahaya Narkoba hingga Perundungan
Kapolsek Bambel Kunjungi Warga Peduli Pengangguran di Lawe Sumur
Kapolsek Bambel Gelar Subuh Keliling, Serap Aspirasi dan Informasi dari Warga
Cegah Karhutla, Polsek Darul Hasanah Gelar Patroli Dialogis dan Edukasi Warga di Rambung Jaya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Selasa, 3 November 2026 - 01:20 WIB

Polsek Bambel Edukasi Pelajar SMP Negeri 1 Bambel, Ingatkan Bahaya Narkoba hingga Perundungan

Selasa, 3 November 2026 - 01:12 WIB

Kapolsek Bambel Kunjungi Warga Peduli Pengangguran di Lawe Sumur

Selasa, 3 November 2026 - 01:07 WIB

Kapolsek Bambel Gelar Subuh Keliling, Serap Aspirasi dan Informasi dari Warga

Senin, 2 November 2026 - 23:48 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Darul Hasanah Gelar Patroli Dialogis dan Edukasi Warga di Rambung Jaya

Berita Terbaru