JAKARTA, 10 September 2026 – Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepada jajarannya untuk memprioritaskan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak merembet ke kawasan zona inti Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Langkah ini diambil sebagai antisipasi dini guna memastikan proyek strategis nasional tersebut tetap aman dari ancaman bencana lingkungan yang kerap terjadi di wilayah Kalimantan.
Dalam rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana, Presiden menegaskan agar seluruh aset yang dimiliki pemerintah dikerahkan secara maksimal. Kepala Negara secara khusus memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera berkoordinasi dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terkait penempatan helikopter angkut berat militer jenis Chinook. Presiden menekankan pentingnya posisi penempatan armada udara tersebut agar dapat merespons titik api secara cepat dan tepat sasaran sebelum meluas.
Instruksi Presiden ini muncul di tengah laporan bahwa wilayah Taman Hutan Raya Bukit Soeharto saat ini tengah menghadapi ancaman serius. Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto mengungkapkan bahwa terdapat area seluas 458 hektare di kawasan tersebut yang telah terbakar. Hingga saat ini, tim gabungan di lapangan masih berupaya keras untuk memadamkan kobaran api agar tidak semakin menjalar ke wilayah yang lebih luas, termasuk area krusial IKN.
Kekhawatiran Presiden terhadap risiko kebakaran ini menjadi sinyal penting bahwa mitigasi bencana harus dilakukan secara proaktif, bukan hanya reaktif. Ketergantungan pada pemadaman udara dengan helikopter pengangkut air menjadi salah satu kunci utama mengingat medan di Kalimantan yang kerap menyulitkan tim darat. Ketegasan sikap Presiden menunjukkan bahwa perlindungan terhadap zona inti IKN menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar di tengah ancaman perubahan iklim dan cuaca yang memicu kekeringan di berbagai daerah. (*)








































