Gayo Lues – Penanganan longsor yang menutup Jalan Nasional Blangkejeren-Kutacane di kawasan Meloak 1 dan Meloak 2 hingga Rabu siang, 9 September 2026, terus menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Warga menyampaikan kekecewaan karena belum juga ada tindakan konkret yang dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) maupun instansi teknis lainnya, meski longsor sudah terjadi lebih dari dua belas jam sebelumnya.
Antrean kendaraan dari dua arah semakin panjang. Sopir, penumpang, dan keluarga, termasuk anak-anak serta lansia, terpaksa bermalam di tengah jalan tanpa kepastian kapan jalur akan bisa dilalui. Keluhan warga terutama tertuju pada BPJN yang dinilai hanya memantau tanpa cepat menerjunkan alat berat dan personel untuk membuka akses jalan.
Beberapa warga bahkan harus berjalan kaki puluhan meter hanya untuk mendapatkan sinyal telepon agar bisa melaporkan kondisi mereka. Tidak sedikit keluarga yang mulai kehabisan logistik, makanan, dan air. Kondisi ini semakin memperparah penderitaan masyarakat yang terjebak selama berjam-jam akibat lambatnya respons BPJN.
“Respons BPJN sangat lambat. Hingga pagi ini tidak ada aktivitas evakuasi maupun pembersihan jalan. Kami benar-benar terkurung, sementara kebutuhan dasar semakin menipis,” kata seorang pengendara yang terpaksa menginap di dalam kendaraan.
Kritik keras disampaikan masyarakat dan tokoh setempat. Mereka menilai BPJN gagal menjalankan fungsi tanggap darurat terhadap bencana alam di jalur vital negara. Padahal, jalur Blangkejeren-Kutacane merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan dua wilayah kabupaten di Aceh tersebut.
Tentu, berikut versi berita lanjutan dengan spasi baris longgar setiap paragraf agar mudah dicopy ke WordPress tanpa masalah spasi rapat:
Lambat Tangani Longsor, Warga Terjebak dan Terkurung Berjam-jam di Jalan Nasional Blangkejeren-Kutacane
Penanganan longsor yang menutup Jalan Nasional Blangkejeren-Kutacane di kawasan Meloak 1 dan Meloak 2 hingga Rabu siang, 9 September 2026, terus menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Warga menyampaikan kekecewaan karena belum juga ada tindakan konkret yang dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) maupun instansi teknis lainnya, meski longsor sudah terjadi lebih dari dua belas jam sebelumnya.
Antrean kendaraan dari dua arah semakin panjang. Sopir, penumpang, dan keluarga, termasuk anak-anak serta lansia, terpaksa bermalam di tengah jalan tanpa kepastian kapan jalur akan bisa dilalui. Keluhan warga terutama tertuju pada BPJN yang dinilai hanya memantau tanpa cepat menerjunkan alat berat dan personel untuk membuka akses jalan.
Beberapa warga bahkan harus berjalan kaki puluhan meter hanya untuk mendapatkan sinyal telepon agar bisa melaporkan kondisi mereka. Tidak sedikit keluarga yang mulai kehabisan logistik, makanan, dan air. Kondisi ini semakin memperparah penderitaan masyarakat yang terjebak selama berjam-jam akibat lambatnya respons BPJN.
“Respons BPJN sangat lambat. Hingga pagi ini tidak ada aktivitas evakuasi maupun pembersihan jalan. Kami benar-benar terkurung, sementara kebutuhan dasar semakin menipis,” kata seorang pengendara yang terpaksa menginap di dalam kendaraan.
Kritik keras disampaikan masyarakat dan tokoh setempat. Mereka menilai BPJN gagal menjalankan fungsi tanggap darurat terhadap bencana alam di jalur vital negara. Padahal, jalur Blangkejeren-Kutacane merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan dua wilayah kabupaten di Aceh tersebut.
Warga menuntut BPJN segera bertindak nyata, bukan sekadar survei lokasi. Seluruh upaya, termasuk pengerahan alat berat dan personel, diminta difokuskan pada pembukaan akses jalan secepatnya. Tidak hanya itu, Kementerian PUPR juga didesak agar segera turun tangan langsung dan tidak membiarkan penanganan berlarut-larut.
Hingga Rabu siang berita ini diterbitkan, antrean kendaraan di kawasan longsor semakin panjang dan belum ada tanda-tanda pembersihan material. Masyarakat berharap instansi terkait tidak tinggal diam dan benar-benar mengambil langkah tegas agar derita ratusan warga yang terjebak segera berakhir, serta aktivitas perhubungan dan ekonomi kembali berjalan normal.








































