JAKARTA, 8 September 2026 – Presiden Prabowo Subianto menyoroti kerentanan Indonesia yang berada dalam jalur pertemuan lempeng aktif atau The Ring of Fire setelah serangkaian bencana alam terjadi secara simultan di berbagai wilayah. Dalam rapat terbatas yang digelar awal pekan ini, Kepala Negara menekankan bahwa pemerintah tidak boleh lagi hanya bersikap reaktif, melainkan wajib menyiapkan langkah antisipatif melalui perombakan alokasi anggaran mitigasi bencana secara signifikan.
Presiden menegaskan bahwa ancaman gempa bumi, erupsi gunung berapi, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah kenyataan geografis yang harus dihadapi dengan kesiapan maksimal. Pemerintah saat ini tengah mengevaluasi respons atas bencana gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kabut asap akibat karhutla yang masih menjadi persoalan berulang. Prabowo menegaskan, pola perencanaan mitigasi ke depan harus menggunakan prinsip lebih baik berlebih daripada kekurangan, yang mencakup penambahan armada helikopter, pompa air, hingga penyediaan alat berat di desa-desa yang menjadi titik rawan kebakaran hutan.
Selain penguatan sarana di darat, pemerintah berencana melakukan modernisasi sistem pertahanan dan respons bencana melalui pengadaan kapal induk dari Italia. Kapal tersebut akan dimodifikasi menjadi pangkalan terapung bagi helikopter kelas menengah dan drone canggih untuk mempercepat jangkauan bantuan ke titik-titik lokasi bencana. Presiden juga meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempercepat kajian teknologi modifikasi cuaca guna memitigasi dampak kekeringan dan kebakaran hutan dengan zat yang paling efisien.
Langkah ini diambil sebagai bentuk evaluasi atas respons pemerintah terhadap bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang dinilai cukup responsif namun memerlukan sistem yang lebih terintegrasi. Dengan menempatkan mitigasi sebagai prioritas anggaran, pemerintah berharap dapat memutus mata rantai keterlambatan dalam penanganan darurat sebelum bencana menimbulkan dampak yang lebih luas. (*)








































