JAKARTA – Tokoh agama Habib Rizieq Shihab menyampaikan imbauan serius kepada seluruh masyarakat Indonesia terkait meningkatnya aktivitas vulkanik di sejumlah gunung berapi di Tanah Air. Dalam sebuah kajian yang berlangsung pada Senin, 7 September 2026, ia menyoroti erupsi yang terjadi pada enam gunung aktif, termasuk Gunung Anak Krakatau, Sinabung, Lewotobi, Dukono, Ibu, dan Semeru. Paparan debu vulkanik dari fenomena tersebut dilaporkan sempat mengganggu operasional penerbangan serta menutupi sejumlah kawasan pemukiman di sekitar lokasi terdampak.
Selain faktor kebencanaan alam, Habib Rizieq juga mengaitkan kondisi bangsa saat ini dengan fenomena sosial yang dinilai memprihatinkan. Ia menyoroti tingginya angka kebakaran di wilayah Jakarta sepanjang tahun yang mencapai 450 kejadian, serta maraknya peredaran narkoba dan penyimpangan sosial yang menurutnya tidak mendapat penanganan tegas dari aparat penegak hukum. Berbagai rentetan musibah ini disebutnya sebagai sinyal peringatan bagi bangsa untuk segera melakukan instropeksi diri dan kembali mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam paparannya, Habib Rizieq menekankan pentingnya peran ulama dan pemerintah dalam menanggapi situasi tersebut. Ia mendesak para ulama untuk terus membimbing umat ke jalan yang benar, sementara pemerintah diminta untuk lebih tegas dalam menjalankan fungsi amar makruf nahi munkar, baik dalam penegakan hukum terhadap kriminalitas maupun regulasi moralitas di masyarakat. Menurutnya, kesigapan mental dan kesiapan fisik merupakan kunci menghadapi potensi ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Menutup pernyataannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan keimanan dan memperbanyak istigfar. Habib Rizieq menegaskan bahwa jika seluruh pihak mau bersatu memperbaiki akhlak dan menjalankan tanggung jawab sesuai porsinya, maka niscaya pintu rahmat akan terbuka dan Indonesia dapat terhindar dari bencana yang lebih besar. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas sosial sebagai langkah preventif menghadapi segala bentuk musibah di masa depan. (*)








































