JAKARTA – Habib Bahar bin Smith memberikan pernyataan tegas terkait polemik yang mencuat pasca aksi demonstrasi pada 27 Agustus lalu. Dalam sebuah ceramah yang diunggah oleh kanal YouTube Pecinta Habaib pada 6 September 2026, ia menanggapi tudingan fitnah yang sempat dialamatkan kepadanya perihal keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) GRIB Jaya dalam kerusuhan yang terjadi.
Habib Bahar menolak keras anggapan bahwa dirinya menyebar fitnah atau berprasangka buruk terhadap ormas tersebut. Ia menjelaskan bahwa pandangan masyarakat yang mengarah kepada GRIB Jaya didasarkan pada temuan di lapangan. Menurutnya, keberadaan anggota ormas dengan atribut khusus, penggunaan kendaraan truk, serta tindakan penganiayaan yang menimpa warga sipil, termasuk insiden yang menewaskan Bambang Setiawan, menjadi dasar mengapa publik menyoroti kelompok tersebut.
Dalam keterangannya, Habib Bahar menegaskan bahwa ia tidak memiliki urusan pribadi dengan organisasi tersebut maupun pimpinannya, Hercules. Namun, ia menekankan prinsip bahwa jika terjadi tindakan yang melanggar hukum dan merugikan rakyat, maka hal tersebut harus disikapi secara tegas tanpa pandang bulu. Ia mengkritik keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang menurutnya seharusnya melindungi masyarakat, namun justru berbenturan dengan rakyat.
Lebih lanjut, ia mendesak aparat kepolisian untuk bersikap transparan, tegas, dan lugas dalam mengungkap pelaku kerusuhan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Habib Bahar juga menyatakan komitmennya untuk terus berada di sisi masyarakat kecil serta menolak segala bentuk premanisme. Ia berharap penegakan hukum dapat dilakukan seadil-adilnya agar kebenaran terungkap dan pihak yang bertanggung jawab atas penganiayaan warga sipil segera diproses secara hukum. (*)








































