JAKARTA, 6 September 2026 – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, secara terbuka mengakui adanya kegagalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama hampir dua tahun. Meski didukung dengan anggaran yang sangat besar, Zulkifli menyatakan bahwa program tersebut masih terkendala oleh masalah manajemen yang tak kunjung selesai.
Poin Utama Pernyataan Pemerintah:
- Manajemen Bermasalah: Zulkifli menegaskan bahwa kendala utama bukan terletak pada kebijakan dasarnya, melainkan pada ketidaktepatan dalam manajemen pelaksanaan di lapangan.
- Langkah Pembenahan: Pemerintah telah menunjuk tim baru yang diklaim lebih muda dan kompeten untuk membenahi sistem. Pemerintah meminta waktu satu hingga dua bulan ke depan untuk melakukan perbaikan secara bertahap.
- Mandat Konstitusi: Program ini tetap menjadi prioritas karena merupakan perintah konstitusi untuk mencegah kurang gizi pada anak-anak dari keluarga kurang mampu, yang jika dibiarkan akan terus melanggengkan rantai kemiskinan.
- Koreksi Kebijakan Pangan: Selain MBG, pemerintah tengah fokus mengoreksi ketergantungan impor selama 28 tahun terakhir melalui program swasembada pangan, khususnya beras dan jagung, untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Zulkifli menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen melakukan koreksi atas pola lama yang terlalu bergantung pada pasar bebas dan impor. Ia menegaskan bahwa tujuan akhir dari kebijakan ini adalah pemerataan ekonomi hingga ke level desa, bukan hanya menguntungkan korporasi atau konglomerat. (*)








































