HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Ratusan Siswa di Sleman Alami Gejala Keracunan Usai Konsumsi MBG

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 4 September 2026 - 14:20 WIB

50366 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SLEMAN |  Kasus dugaan keracunan makanan kembali terjadi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, setelah ratusan siswa dari berbagai sekolah melaporkan keluhan kesehatan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 31 Agustus 2026. Temuan ini terungkap setelah Dinas Kesehatan Sleman melakukan pendataan terhadap 1.110 responden penerima manfaat di sejumlah sekolah wilayah setempat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Khamidah Yuliati, menyebutkan sebanyak 229 orang melaporkan mengalami gejala, terutama sakit perut dan diare, setelah menerima paket MBG. Yuliati menegaskan, tim kesehatan masih terus melakukan penyelidikan epidemiologi, termasuk pemeriksaan laboratorium dan analisis lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini.

Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Dinas Kesehatan dan KPPG, berkoordinasi mengadakan inspeksi, pemantauan langsung di lapangan, serta pengambilan sampel makanan. Hasil pengawasan sementara mencatat kasus gangguan pencernaan dialami oleh penerima program di SD Negeri Nyaen 2 dan TK Keluarga yang berada dalam wilayah layanan SPPG Sleman, Pandowoharjo, dan Brayut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Sleman, Harsono Budi Waluyo, mengkonfirmasi salah satu penerima manfaat menjalani rawat jalan di puskesmas, namun tidak ada kasus rawat inap. Harsono menjelaskan, menu makanan pada hari kejadian terdiri dari nasi putih, bola-bola ayam saus mentai, tahu pop krispi, tumis pokcoy, dan buah melon.

Sebagai langkah pencegahan, operasional SPPG pada wilayah terdampak dihentikan sementara hingga seluruh hasil pemeriksaan laboratorium keluar dan ada rekomendasi resmi dari Dinas Kesehatan serta instansi terkait. KPPG Sleman memastikan proses pemantauan dan penanganan dilakukan secara intensif, dengan menekankan keselamatan dan prinsip kehati-hatian bagi seluruh penerima manfaat program. Pemerintah daerah berjanji akan menyampaikan perkembangan terbaru sesuai hasil pemeriksaan yang telah terverifikasi. (*)

Berita Terkait

Gandung Pardiman Bantu Korban Laka di Gunungkidul
Abdul Haris Nepe: Anarkisme, Tanda Gagalnya Komunikasi Gerakan Mahasiswa
Abdul Haris Nepe Soroti Degradasi Gerakan Mahasiswa, dalam Diskusi CLS Yogyakarta
2 WNA Pakai Alamat Fiktif, Ditangkap Imigrasi Yogyakarta karena Manipulasi Izin Tinggal Investor
Rilis Lebih dari 14 Single, Zahra Zee Siap Jadi Ikon Lagu Anak Indonesia
Kisah Inspiratif, Suami-Istri Guru Besar UGM Dedikasikan Hidup untuk Protein Hewani Indonesia
Wagub Fadhlullah Silaturahmi dengan Mahasiswa Aceh di Yogyakarta
Menjelang Nataru, Ketua FJI Himbau Masyarakat Cegah Perkembangan Paham Radikal dan Intoleran

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:19 WIB

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Buntut Penyiraman Jubir PN Pati, KY Ingatkan Ancaman Perendahan Kehormatan Peradilan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan 957 Gram Ganja, Satu Pelaku Ditangkap Satu DPO

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Aparat Gabungan Gerebek Dua Kampung Narkoba di Jakarta Barat, 24 Orang Ditangkap

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Markas Judi Online Terbongkar di Kompleks Militer, TNI Diminta Bersih-Bersih Internal

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:43 WIB

YARA Minta Menteri Imipas Investigasi Dugaan Intervensi dan Penyalahgunaan Kewenangan di Lapas Meulaboh

Jumat, 2 Oktober 2026 - 04:09 WIB

Kurir 35 Kilogram Sabu Asal Sabang Ditangkap di Sumsel, Diduga Terhubung Jaringan Fredy Pratama

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Tim Gabungan Polda Aceh dan Polres Nagan Raya Tindak Dugaan PETI di Beutong, Delapan Orang Diamankan

Berita Terbaru