Kisah Inspiratif, Suami-Istri Guru Besar UGM Dedikasikan Hidup untuk Protein Hewani Indonesia

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 18 Juni 2025 - 02:47 WIB

50385 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Ali Agus (kanan) mendampingi istrinya, Prof. Chusnul Hanim (tengah) pada acara pengukuhan guru besar di UGM, Yogyakarta.

Prof. Ali Agus (kanan) mendampingi istrinya, Prof. Chusnul Hanim (tengah) pada acara pengukuhan guru besar di UGM, Yogyakarta.

Selasa, 10 Juni 2025 – Yogyakarta – Balai Senat Universitas Gadjah Mada menjadi saksi bisu momen bersejarah dalam dunia peternakan Indonesia. Prof. Dr. Ir. Chusnul Hanim, M.Si.,IPM., ASEAN Eng., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Biokimia Nutrisi Ternak, melengkapi keistimewaan keluarga yang telah memiliki seorang guru besar: suaminya, Prof. Dr. Ir. H. Ali Agus, DAA, DEA, IPU, ASEAN Eng.

Kini, keluarga Prof. Ali Agus dan Prof. Chusnul Hanim menjadi salah satu dari sedikit pasangan yang berhasil meraih gelar Guru Besar di bidang yang sama, yaitu peternakan. Sebuah pencapaian yang mencerminkan dedikasi seumur hidup untuk kemajuan inovasi protein hewani Indonesia.

Fitobiotik: Revolusi Ternak Bebas Antibiotik

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Fitobiotik dan Aplikasinya untuk Peternakan Masa Depan: Produktivitas, Kualitas Produk Hasil Ternak, dan Emisi Metan”, Prof. Chusnul Hanim menawarkan solusi revolusioner untuk tantangan peternakan modern.

“Antibiotik membuat ternak resisten terhadap obat-obatan. Fitobiotik ini mampu dijadikan sebagai antibiotic growth promoters replacer,” ungkap Prof. Hanim yang kini menjadi bagian dari 532 Guru Besar aktif di UGM.

Fitobiotik merupakan senyawa metabolit sekunder yang berasal dari berbagai tanaman herbal yang mudah ditemukan di Indonesia. Beberapa contoh fitobiotik yang dapat digunakan sebagai pakan aditif alami antara lain temulawak, kunyit, jintan hitam, bawang putih, jahe, kencur, lidah buaya, daun beluntas, dan daun binahong. Tanaman-tanaman ini selama ini dikenal sebagai jamu tradisional untuk manusia, kini terbukti bermanfaat pula untuk kesehatan ternak.

Inovasi fitobiotik yang dikembangkan Prof. Hanim terbukti mampu meningkatkan kualitas produk ternak tanpa mengandalkan antibiotik. Pada ayam petelur, fitobiotik meningkatkan warna kuning telur. Sementara pada ayam pedaging, penambahan premix herbal fungsional memungkinkan penggunaan pakan berprotein 2% lebih rendah namun tetap menghasilkan performa optimal.

Acara pengukuhan dihadiri sejumlah kalangan, tak hanya dari akademisi, tapi juga dari dunia usaha. Terlihat hadir Direktur Utama Holding BUMN Pangan ID FOOD, Ghimoyo dan Komisaris Utama ID FOOD,  Suhartono Suratman. Dari kalangan pengusaha, tampak Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Tjiu Thomas Effendy, dan Komisaris PT Widodo Makmur Unggas Tbk, Tumiyana.

Hadir pula beberapa pejabat pemerintah, diantaranya Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Agung Suganda, dan Bupati Blora, Arief Rohman.

Sinergi Dua Dekade Riset

Kehadiran Prof. Hanim sebagai Guru Besar melengkapi kiprah suaminya, Prof. Ali Agus, yang telah 35 tahun mengabdikan diri di dunia peternakan. Prof. Ali, yang kini menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Peternakan, dikenal sebagai pionir teknologi “burger pakan” atau Fermented Complete Feed.

“Menjadi dosen sejak tahun 1990 dan sekarang ini tahun 2025, berarti sudah genap 35 tahun ya. Wah, tidak terasa sebagai akademisi, sebagai peneliti,” kata Prof. Ali yang juga menjadi arsitek di balik roadmap swasembada protein hewani Indonesia 2025-2035.

Sinergi keahlian keduanya menciptakan ekosistem riset yang komprehensif. Prof. Ali fokus pada teknologi pakan dan nutrisi ternak, sementara Prof. Hanim mengembangkan solusi biokimia untuk kesehatan ternak dan keberlanjutan lingkungan.

Menjawab Tantangan Protein Nasional

Pengukuhan Prof. Hanim hadir di tengah tantangan besar ketahanan protein nasional. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2024 menunjukkan 46% penduduk Indonesia masih kekurangan asupan protein harian, dengan rata-rata konsumsi hanya 62 gram per kapita per hari.

“Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2024, sebanyak 46% orang Indonesia kekurangan asupan protein harian,” ungkap Prof. Ali. Angka ini jauh tertinggal dari Malaysia (159 gram), Thailand (141 gram), dan Filipina (93 gram).

Riset Prof. Hanim tentang fitobiotik menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi produksi ternak sambil menjaga kesehatan hewan dan keberlanjutan lingkungan. Teknologi ini mampu menurunkan emisi metan dari ternak ruminansia, sekaligus mengurangi jejak karbon industri peternakan.

Warisan Ilmiah untuk Indonesia Emas

Ketua Dewan Guru Besar UGM Prof. Baiquni mencatat bahwa Prof. Hanim kini menjadi bagian dari 26 guru besar aktif dari 52 guru besar yang pernah dimiliki Fakultas Peternakan UGM. Kehadirannya melengkapi kekuatan riset fakultas di bidang biokimia nutrisi ternak.

Pasangan Prof. Ali dan Prof. Hanim membuktikan bahwa dedikasi ilmiah dapat berjalan beriringan dengan kehidupan keluarga. Keduanya tidak hanya berkontribusi dalam penelitian, tetapi juga dalam implementasi kebijakan dan pembangunan industri peternakan nasional.

“Kalau kita bicara Indonesia 2045 atau 100 tahun Indonesia merdeka, maka kunci utama ada di SDM. Man behind the gun. Itu yang paling vital,” kata Prof. Ali, yang juga menjadi Komisaris Holding BUMN Pangan ID FOOD.

Momentum Emas Peternakan Indonesia

Program makan bergizi gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum emas bagi implementasi riset keduanya. Fitobiotik Prof. Hanim dan teknologi pakan Prof. Ali dapat berkontribusi langsung dalam menyediakan protein hewani berkualitas untuk program nasional.

“Makan bergizi ini mau tidak mau bicara tentang protein hewani, khususnya hasil ternak: daging, telur, susu,” kata Prof. Ali, yang 15 tahun lalu telah memprediksi pentingnya program ini dalam bukunya “Jihad Menegakkan Kedaulatan Pangan: Suara dari Bulaksumur”.

Dengan Prof. Hanim sebagai Guru Besar bidang Biokimia Nutrisi Ternak dan Prof. Ali sebagai Tenaga Ahli Menteri Pertanian, pasangan ini menjadi kekuatan ganda dalam transformasi peternakan Indonesia menuju swasembada protein hewani 2045.

Keluarga Prof. Ali dan Prof. Hanim membuktikan bahwa cinta sejati tidak hanya tumbuh dalam kehidupan personal, tetapi juga dalam dedikasi bersama untuk memajukan bangsa melalui inovasi ilmiah yang berkelanjutan. ***

 

 

Berita Terkait

Bupati TRK Buka MPLS Sekolah Rakyat, 330 Siswa Siap Tempuh Pendidikan Gartis Berasrama
MPLS di Nagan Raya, SDN 1 Alue Bilie dan SMPN 1 Seunagan Terima Murid Terbanyak
Sekolah Rakyat Hadir di Nagan Raya, 270 Anak dari Berbagai Kecamatan Dapat Pendidikan Gratis
Sambut Libur Akhir Tahun, MIN 3 Nagan Raya Sukses Gelar Pembagian Rapor Semester Genap TA 2025/2026
Keluarga Besar RAPI Nagan Raya Berikan Ucapan Selamat Kepada Ilyas, S.Pd.I. Sebagai Plt. Kepala SMPN 1 Beutong Ateuh Bangalang
Jamaluddin Idham Salurkan Ribuan Beasiswa PIP Tahap I Tahun 2026
Laboratorium Minim, Sekolah Menengah di Aceh Tenggara Andalkan Praktikum Digital
SDN Babah Krung Nagan Raya Gelar Upacara Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Habib Rizieq Soroti Polemik Pengibaran Bendera Bulan Bintang dan Implementasi Perjanjian Helsinki di Aceh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Polresta Banda Aceh Tetapkan MA Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak Tiga Tahun

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Aksi Berani Wagub Aceh Redam Kericuhan Peringatan Hari Damai di Masjid Raya Baiturrahman

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Pemerintah Aceh Upayakan Penyelesaian Permanen Polemik Pengibaran Bendera Bintang Bulan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Dorong Daya Saing Industri, Bea Cukai Banda Aceh Berikan Fasilitas Pembebasan Cukai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:26 WIB

Pemerintah Diminta Segera Implementasikan MoU Helsinki untuk Menjaga Perdamaian Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:50 WIB

Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:44 WIB

Bendera Merah Putih Kembali Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Simbol Pemulihan Menjelang HUT ke-81 RI

Berita Terbaru