slot preparation.lsrs.lu

Siapa Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan Demo 27 Agustus di Depan Gedung DPR ?

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026 - 16:16 WIB

50164 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Kericuhan yang mewarnai aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026 kembali menimbulkan pertanyaan besar tentang siapa aktor intelektual di balik perusakan dan pembakaran fasilitas publik setelah massa membubarkan diri. Kepolisian telah menyatakan indikasi kuat adanya kelompok penyusup—termasuk elemen anarko—yang sengaja menunggangi aksi untuk menciptakan keresahan dan memicu ketidakstabilan situasi.

Staf Ahli Kapolri, Arianto Sutadi, mengungkapkan bahwa pengamanan selama aksi telah berjalan dengan pendekatan pelayanan dan antisipasi dini melalui pemetaan potensi ancaman. Meski demikian, ia mengakui adanya keterbatasan teknis dan hukum dalam membongkar siapa sebenarnya dalang di balik kerusuhan. Menurut Arianto, pola pembuktian hukum pidana konvensional masih belum cukup efektif menjangkau sosok yang selama ini disebut sebagai ‘tangan tak terlihat’, yang berperan menggerakkan massa tanpa tersentuh langsung oleh aparat.

Ketua Indonesia Risk Center, Julius Ibrani, menggarisbawahi perlunya penanganan yang tidak hanya berfokus pada pelaku lapangan. Menurut Julius, identifikasi terhadap kelompok perusuh memang sudah dilakukan dengan baik oleh Polda Metro Jaya, namun ia menilai proses investigasi harus ditingkatkan hingga mendalami peran pengatur strategi, sumber pendanaan, hingga koordinator lapangan. Julius menegaskan, menangkap pelaku di lapangan hanyalah langkah awal. Penyelesaian komprehensif hanya mungkin terjadi jika dalang utama di balik kerusuhan benar-benar diungkap dan diproses secara hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diskusi di kalangan penegak hukum dan lembaga riset juga banyak menyoroti perlunya penguatan instrumen aturan, agar aparat keamanan mempunyai dasar hukum yang lebih kuat untuk bertindak pada fase perencanaan, sebelum kerusuhan benar-benar terjadi. Arianto Sutadi menyoroti perlunya evaluasi sistem peradilan pidana agar penanganan kelompok perusuh atau aktor intelektual bisa dilakukan secara maksimal, merujuk pada model pencegahan kejahatan terorganisasi atau bahkan tindak pidana terorisme.

Sementara itu, kolaborasi masyarakat dinilai sangat penting untuk membantu polisi membedakan antara demonstran yang sah dan kelompok penyusup yang memang berniat menciptakan kekacauan. Dukungan pelaporan dari publik dan partisipasi aktif dalam memberi informasi dipandang dapat mempercepat proses pengungkapan aktor-aktor utama di balik kerusuhan. Ke depan, desakan agar aparat keamanan mampu membongkar jaringan perusuh hingga ke akar—beserta otak perencanaannya—menjadi salah satu harapan utama banyak pihak demi terjaminnya ruang demokrasi yang aman dan tertib. (*)

Berita Terkait

SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali
Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Khusus Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian
Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 13:05 WIB

Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru

NASIONAL

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:48 WIB