slot preparation.lsrs.lu

Kepolisian Didorong Ungkap Kericuhan Pascademo 27 Agustus Secara Transparan dan Profesional

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026 - 13:21 WIB

50221 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Tuntutan terhadap profesionalisme aparat keamanan kembali mencuat setelah insiden kericuhan yang terjadi usai demonstrasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) pada 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR/MPR Jakarta. Eskalasi situasi sore hingga malam hari meninggalkan catatan kelam berupa pembakaran, pengerusakan, hingga jatuhnya korban jiwa. Kini, perhatian publik terfokus pada desakan agar kepolisian menyelidiki insiden tersebut secara mendalam, termasuk mengklarifikasi kehadiran pihak di luar unsur aparat negara, seperti Ketua DPP GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, yang terekam turun langsung ke lapangan.

Sore menjelang malam, situasi di depan kompleks parlemen memanas. Api membumbung di gerbang DPR, serpihan material beterbangan, dan massa mulai mendorong gerbang besi hingga nyaris jebol. Upaya pembubaran dilakukan aparat dengan semprotan meriam air, namun sebagian massa bertahan dan bergerak ke sejumlah titik di kawasan Slipi, Pejompongan, hingga Jalan Tentara Pelajar. Kondisi berubah semakin genting ketika kelompok orang dengan ciri-ciri khusus, seperti mengenakan ikat kepala putih dan memegang bambu serta balok, dilaporkan turun dari truk-truk di sekitar flyover Slipi.

Berdasarkan berbagai laporan dan rekaman video amatir, kelompok ini melakukan kekerasan secara acak, mengejar dan memukuli warga di sekitar lokasi. Bahkan, muncul pula rekaman seorang pria berpakaian serba hitam melepaskan tembakan di tengah kekacauan. Namun, sampai saat ini kebenaran video tersebut belum terverifikasi secara independen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah rentetan insiden tersebut, kehadiran Hercules dan sejumlah rombongan dalam beberapa video turut menjadi sorotan. Melalui kuasa hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, dikonfirmasi bahwa benar Hercules berada di lokasi, namun disebutkan kehadirannya semata-mata untuk mengimbau massa “pulang” demi menghindari jatuhnya korban lebih banyak. Meski begitu, peneliti demokrasi menegaskan pentingnya kepastian batas kewenangan pengamanan, karena kehadiran kelompok informal berpotensi mengaburkan garis tegas antara tugas negara dan peran sipil.

Pada malam yang sama, aksi kekerasan brutal menimpa warga sipil. Bambang Setiyawan, pedagang cermin asal Bendungan Hilir, tewas setelah diduga dianiaya gerombolan tak dikenal di kawasan Pejompongan. Sementara Faturohman, remaja 18 tahun, menjadi korban pemukulan gerombolan misterius saat berada di sekitar rumahnya. Selain itu, pos polisi dirusak dan dibakar massa di kawasan Slipi.

Kepolisian mencatat telah menangkap 322 orang pascademo, dengan 48 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka perusakan dan kekerasan. Hal ini dipandang sebagai bukti kesigapan aparat, namun publik juga menuntut ketegasan penyelidikan terhadap kelompok-kelompok misterius yang diduga menjadi aktor kekerasan di balik layar. Analis kebijakan menilai, pengungkapan kasus ini menjadi pertaruhan kredibilitas institusi Kepolisian. Aparat dipandang tak cukup sekadar menyampaikan akan “mendalami”, melainkan harus menghasilkan proses hukum yang terang dan tidak diskriminatif kepada semua pihak.

Peneliti demokrasi dan pegiat hak asasi manusia memperingatkan bahwa normalisasi peran kelompok informal dalam menjaga keamanan aksi justru menjadi ancaman serius bagi demokrasi. Fenomena represi dan teror oleh kelompok sipil bersenjata kayu dianggap sebagai kemunduran bila dibiarkan, karena menambah beban bagi warga yang hendak menggunakan hak berdemonstrasi secara damai.

Dewan Perwakilan Rakyat sendiri telah menerima perwakilan AMPB dan berjanji mempercepat pembahasan RUU Perampasan Aset sebagai respon tuntutan massa. Namun, sejumlah pegiat antikorupsi menyoroti draf RUU terbaru yang dinilai tidak lagi mengakomodasi poin-poin penting dalam pemberantasan korupsi.

Pengusutan menyeluruh terhadap berbagai insiden, baik aksi kekerasan, peran kelompok informal, hingga jatuhnya korban warga sipil, kini menjadi ujian nyata bagi Polri dalam menjaga prinsip negara hukum dan keadilan sosial. Publik menunggu jawaban pasti, bukan sekadar janji normatif di balik wacana penegakan hukum. (*)

Berita Terkait

SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali
Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Khusus Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian
Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 13:05 WIB

Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru

NASIONAL

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:48 WIB