slot preparation.lsrs.lu

Analisis Mahfud MD: Urgensi UU Perampasan Aset dan Dinamika Politik Nasional

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026 - 00:11 WIB

50204 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, kembali menyoroti pentingnya pengesahan Undang-Undang (UU) Perampasan Aset sebagai instrumen krusial dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Dalam pandangannya, regulasi ini bukan sekadar alat hukum, melainkan keniscayaan untuk menyelamatkan aset negara dari tindak pidana seperti pencucian uang, perdagangan orang, hingga terorisme.

Sebagaimana dikutip dari kanal YouTube *Mahfud MD Official*, Mahfud menegaskan bahwa mekanisme perampasan aset secara perdata melalui pengadilan akan menjadi solusi efektif, terutama ketika pelaku tindak pidana melarikan diri atau perkara pidana pokok sulit dibuktikan. Ia juga menanggapi isu-isu politik terkini, termasuk pernyataan *Budi Arie* terkait dinamika politik nasional, dengan menekankan pentingnya menjaga sensitivitas publik di tengah tren penurunan kepercayaan terhadap kinerja pemerintahan saat ini.

Mahfud berharap, dengan adanya komitmen DPR untuk menyelesaikan regulasi tersebut pada Desember 2026, agenda pemberantasan korupsi dapat berjalan lebih progresif dan transparan. Selain aspek hukum, ia turut menyoroti dinamika organisasi kemasyarakatan pasca-muktamar NU, dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap bersatu dalam membangun negara. (*)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali
Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Khusus Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian
Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 13:05 WIB

Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru

NASIONAL

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:48 WIB