GAYO LUES — Penanganan pascabencana di Kabupaten Gayo Lues kembali mendapat sorotan publik setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah menyalurkan bantuan logistik berupa 148 kasur besar kepada warga di Kecamatan Pining, Senin (10/8/2026). Bantuan logistik yang bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ini diperuntukkan bagi masyarakat yang hingga kini masih bertahan di hunian sementara, menunggu kepastian bantuan hunian tetap dari pemerintah.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gayo Lues dengan pengawasan ketat, guna memastikan distribusi tepat sasaran kepada warga penerima manfaat di tiga kampung, yaitu Kampung Pining sebanyak 40 unit, Kampung Ekan 29 unit, dan Kampung Pepelah sebanyak 79 unit. Kepala Pelaksana BPBD Gayo Lues, Muhaimini, menegaskan distribusi logistik kali ini dilakukan berjenjang dan selektif agar seluruh warga yang terdampak mendapat bagian sesuai data dan kebutuhan prioritas di lapangan.
Muhaimini menyatakan, penyaluran kasur besar menjadi kebutuhan mendesak yang selama ini dikeluhkan para pengungsi di hunian sementara akibat rawannya penyakit dan menurunnya kualitas hidup. “BPBD Kabupaten Gayo Lues dalam hal ini melaksanakan penyaluran bantuan yang bersumber dari BNPB kepada masyarakat terdampak bencana. Kami memastikan bantuan tersebut dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Muhaimini dikutip dari Serambinews.com, Selasa (11/8/2026). Ia menambahkan, kelambatan dan ketidaktepatan distribusi sangat berpotensi menjadi persoalan baru di tengah masyarakat yang saat ini masih rawan dan rentan secara sosial.
Bantuan ke Kecamatan Pining merupakan bagian dari rangkaian distribusi bantuan BNPB yang sebelumnya juga telah disalurkan ke enam kecamatan lain dengan jumlah mencapai 1.512 unit kasur. Dengan tambahan 148 unit terbaru, total kasur besar yang sudah diterima masyarakat mencapai 1.660 unit. Meski penyaluran dilakukan bertahap, masyarakat masih menunggu transparansi lanjutan terkait bantuan hunian tetap berikut penanganan kebutuhan pokok lain selama mereka menunggu kepastian relokasi.
Saat ini BPBD Gayo Lues masih terus mengakumulasi data kebutuhan warga yang belum terlayani agar setiap bentuk bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah dapat dijalankan maksimal. Aparat kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat terdampak untuk aktif melaporkan kebutuhan yang belum terpenuhi demi mempercepat pemulihan kondisi sosial dan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana. Pemerintah daerah dan BNPB diingatkan tidak lalai dalam pengawasan lapangan agar seluruh pembagian logistik dapat dinikmati sepenuhnya oleh penerima yang berhak, dan bukan menjadi incaran para penumpang gelap di tengah bencana yang belum sepenuhnya teratasi. (*)




































