BLANGKEJEREN – PLN ULP Blangkejeren memberikan penjelasan terkait pemadaman listrik bergilir yang belakangan terjadi pada waktu magrib dan menjelang subuh di Kabupaten Gayo Lues. Pemadaman tersebut, menurut PLN, dilakukan karena sistem kelistrikan daerah itu masih mengalami defisit daya akibat gangguan pada sejumlah mesin pembangkit di PLTD Rema.
Manager PLN ULP Blangkejeren, Isnan Ananda, Selasa (11/8/2026), mengatakan gangguan pada beberapa unit mesin pembangkit membuat pasokan listrik belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat saat beban puncak.
“Sehubungan dengan gangguan yang terjadi pada mesin di PLTD Rema sehingga menyebabkan defisit suplai daya pada sistem kelistrikan Kabupaten Gayo Lues, maka PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir pada saat beban puncak, yaitu menjelang malam dan pagi hari,” kata Isnan.
Ia menjelaskan, waktu magrib dan menjelang subuh merupakan periode dengan konsumsi listrik tertinggi. Pada jam-jam tersebut, mayoritas pelanggan menggunakan listrik secara bersamaan untuk penerangan maupun mengoperasikan berbagai peralatan rumah tangga sehingga kebutuhan daya meningkat signifikan.
“Pada waktu tersebut semua pelanggan menghidupkan listrik dan peralatan rumah tangga lainnya. Sementara beberapa unit mesin di PLTD Rema sedang mengalami gangguan, sehingga pasokan yang tersedia tidak mencukupi dan pemadaman bergilir terpaksa dilakukan,” ujarnya.
Menurut Isnan, pemadaman bergilir masih akan berlangsung hingga proses perbaikan mesin pembangkit selesai dan seluruh unit kembali beroperasi secara normal. Saat ini, teknisi PLN masih melakukan upaya perbaikan terhadap mesin-mesin yang mengalami gangguan.
Ia menambahkan, di luar jam beban puncak, pasokan listrik untuk wilayah Gayo Lues masih mencukupi sehingga sistem kelistrikan dapat beroperasi secara normal.
“Kalau di luar waktu beban puncak tidak ada masalah. Suplai daya masih mencukupi untuk seluruh wilayah Gayo Lues. Defisit hanya terjadi saat menjelang malam dan pagi hari,” katanya.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pemadaman tersebut.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Gayo Lues atas ketidaknyamanan yang dirasakan. Kami terus berupaya agar kondisi kelistrikan di Kabupaten Gayo Lues dapat segera kembali normal,” ujar Isnan. (J.Porang)




































