slot preparation.lsrs.lu

Video Viral Kritik Keras Warganet Terhadap Aksi Flexing Anak Pejabat di Tengah Derita Pascabencana Gayo Lues

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:18 WIB

50441 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Sebuah unggahan video berdurasi hampir dua menit di akun Facebook dengan nama Cut Bul pada 22 Juli 2026 ramai dibahas pengguna media sosial. Hingga sore hari, video tersebut telah disaksikan lebih dari 10 ribu kali dan menuai ratusan reaksi. Nama Cut Bul pun menjadi perbincangan lantaran isi videonya membongkar ironi sosial di Gayo Lues, Provinsi Aceh, dengan kritikan yang lantang dan tanpa basa-basi kepada perilaku anak pejabat di tengah masyarakat yang masih terpukul akibat bencana.

Dalam rekaman tersebut, Cut Bul membuka dengan ungkapan keprihatinan mendalam. Ia menyoroti belum adanya perubahan infrastruktur berarti di Gayo Lues, bahkan setelah bencana yang menimpa wilayah itu. Salah satu potret memilukan yang ia angkat adalah anak-anak sekolah yang tetap harus menyeberangi sungai menggunakan tali karena jembatan belum diperbaiki. Di sisi lain, Cut Bul memprotes habis-habisan unggahan di media sosial milik anak pejabat yang memamerkan kemewahan hidup—mulai dari urusan kendaraan hingga kelimpahan bahan bakar. Semua dilakukan tanpa memedulikan situasi nyata di lapangan yang penuh keterbatasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan suara tegas, Cut Bul menyampaikan kritik bukan atas dasar iri hati, melainkan demi menuntut keadilan dan empati dari pejabat ke rakyat yang telah membayar pajak. Ia menekankan, masyarakat yang berjerih payah menghadapi kesulitan justru melihat pajak mereka dipertontonkan dalam bentuk gaya hidup elite yang dipublikasikan secara terang-terangan. “Bukan soal kemampuan, bukan pula iri. Ini tentang rasa keadilan. Pajak kami bukan untuk flexingan!” ujarnya, menegaskan bahwa desakan untuk menghormati rakyat kecil harus dipahami pejabat dan keluarganya.

Dalam bagian lain video yang viral itu, Cut Bul secara spesifik mengungkapkan kekesalan soal dugaan penimbunan minyak oleh salah satu pejabat. Menurutnya, fenomena tersebut makin menambah lebar jurang antara elite dan warga biasa yang masih berkutat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gaya bicara Cut Bul yang spontan, apa adanya, dan sarat emosi berhasil menyedot simpati sekaligus membangkitkan dukungan warganet. Ia juga mengingatkan, jika praktik-praktik tak layak ini berlanjut, sewaktu-waktu bisa saja berujung pada proses hukum bagi pejabat yang terlibat.

Tak butuh waktu lama, video itu menyebar luas di berbagai media sosial, memicu diskusi hingga di luar Gayo Lues. Banyak masyarakat yang mengaku merasa diwakili suara Cut Bul. Mereka berharap ada perubahan nyata dari pemerintah, terutama terkait perbaikan infrastruktur pascabencana serta penghentian budaya pamer kekayaan oleh keluarga pejabat. Potret kesenjangan sosial yang diungkap dalam video ini semakin mempertebal keprihatinan publik atas lemahnya kepekaan para pejabat terhadap rakyat yang membutuhkan.

Sampai berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi dari para pejabat yang disebut dalam video Cut Bul tersebut. Ketidakpuasan masyarakat atas kondisi Gayo Lues terus digaungkan, sembari menuntut kehadiran nyata negara di tengah kesulitan hidup yang masih membelenggu mereka. Unggahan Cut Bul pun menjadi simbol keresahan publik, sekaligus pengingat bagi para pemegang kekuasaan bahwa suara rakyat kecil tidak bisa terus-menerus diabaikan, terutama di wilayah yang membutuhkan sentuhan empati dan kebijakan nyata. (*)

Berita Terkait

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana
Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah
Quick Response Personel Batalyon D Pelopor Bersama Masyarakat Padamkan Kebakaran Rumah di Gayo Lues
BPBD Gayo Lues Dirikan Tenda Darurat dan Salurkan Logistik untuk Korban Kebakaran Telege Jernih

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru