HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Bupati TRK Minta Pemerintah Pusat Percepat Pembangunan 647 Huntap Bagi Korban Banjir Beutong Ateuh

Redaksi

- Redaksi

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:16 WIB

50255 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh : Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., meminta pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan sebanyak 647 hunian tetap (huntap) bagi masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang terdampak parah akibat bencana banjir.

Permintaan tersebut disampaikan langsung dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan serta Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi di Aceh yang berlangsung di Ruang Rapat Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Selasa (9/6/2026).

Rapat tersebut dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., serta dihadiri Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, S.E., dan para bupati serta wali kota se-Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam paparannya di hadapan Menteri Dalam Negeri dan peserta rapat, Teuku Raja Keumangan menjelaskan bahwa bencana banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Nagan Raya. Namun, dampak paling berat terjadi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang berada di kawasan pegunungan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Tengah.

“Di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, dari empat desa yang ada, dua desa di antaranya mengalami kerusakan parah. Tercatat sebanyak 647 rumah warga harus dibangun kembali dalam bentuk hunian tetap. Untuk lokasi pembangunan, seluruh pertapakan lahan telah selesai disiapkan dan siap digunakan,” ujar Teuku Raja Keumangan.

Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi terakhir, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkomitmen untuk segera memulai proses pembangunan fisik hunian tetap bagi masyarakat terdampak.

Selain persoalan hunian, Bupati Nagan Raya juga menyoroti kondisi sektor pendidikan di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Hingga saat ini, siswa tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar di fasilitas darurat akibat rusaknya sarana pendidikan yang terdampak banjir.

Karena itu, ia berharap kementerian terkait dapat memberikan perhatian khusus dengan memprioritaskan pembangunan kembali gedung sekolah permanen agar proses pendidikan dapat berlangsung secara normal dan aman.

“Anak-anak kita masih belajar di sekolah darurat. Kami berharap pembangunan sekolah permanen dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas pendidikan kembali berjalan dengan baik,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Teuku Raja Keumangan juga melaporkan kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan serius di Kecamatan Darul Makmur. Sebuah jembatan rangka baja sepanjang sekitar 200 meter di Desa Alue Waki dilaporkan hancur total akibat diterjang banjir.

“Kerusakan jembatan tersebut menyebabkan sekitar 150 kepala keluarga yang bermukim di dua dusun seberang sungai terisolasi dari akses utama. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, termasuk akses pendidikan dan perekonomian,” ungkapnya.

Saat ini lanjutnya, anak-anak sekolah dan para petani kelapa sawit terpaksa menggunakan perahu kecil untuk menyeberangi sungai yang berarus deras. Selain berisiko terhadap keselamatan jiwa, kondisi tersebut juga menyebabkan meningkatnya biaya transportasi dan distribusi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik masyarakat.

Menutup penyampaiannya, Bupati Nagan Raya yang dikenal sebagai “Raja Beutong” itu meminta dukungan dan perhatian cepat dari pemerintah pusat guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Kabupaten Nagan Raya.

Ia juga mengundang Menteri Dalam Negeri untuk meninjau langsung kondisi masyarakat di lapangan sekaligus berkunjung ke Masjid Giok, salah satu ikon wisata religi yang menjadi kebanggaan masyarakat Nagan Raya.

“Harapan kami, pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus terhadap percepatan pembangunan hunian tetap, fasilitas pendidikan, serta infrastruktur yang rusak akibat bencana. Kami juga mengundang Bapak Menteri Dalam Negeri untuk melihat langsung kondisi masyarakat di Nagan Raya,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Minta Polda Aceh Utamakan Pencegahan: “Sayangi Rakyat Aceh, Jangan Lagi Sakiti Mereka”
LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan
Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Dipimpin Mendagri, Bupati TRK Ikuti Rakor Perkembangan Rehap-Rekon Fasilitas Kesehatan Pascabencana
Kajari Nagan Raya Lantik Lima Pejabat Eselon V, Tekankan Integritas dan Profesionalisme dalam Penegakan Hukum
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Sambut Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Nagan Raya Gelar Lomba Pidato dan Olahraga

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Mobil Minibus Hangus Terbakar di Gayo Lues, Petugas Damkar Berjibaku Padamkan Api dan Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH Program TMMD ke-130 Berlanjut

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:19 WIB

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Bupati Gayo Lues Kunjungi Desa Ume Lah Blang Pegayon, Dialog Penuh Keakraban Bahas Masa Depan Kopi Gayo Lues

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Panitia Mulai Merampungkan Persiapan Musda VI DPD ll Partai Golkar Kabupaten Gayo Lues

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Program TMMD, Jalan Menuju Perkebunan Masyarakat Kampung Pepelah Dibuka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Bakti Sosial Dalam Rangka Menyambut Hut Ke-81 Korps Brimob Polri, Brimob Bersama Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Pemkab Gayo Lues Ikuti Rakor Rehabilitasi Faskes Pascabencana Sumatera, 867 Puskesmas Kembali Beroperasi

Berita Terbaru