Bener Meriah | Baranewsaceh.co
Masyarakat Kampung Pasar Simpang Tiga, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, kembali menunjukkan semangat kebersamaan pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Selain melaksanakan penyembelihan hewan kurban, warga setempat juga bergotong royong mengumpulkan dana untuk membeli satu ekor sapi yang akan dimasak bersama menjadi kuah belangong, kuliner tradisional khas Aceh yang sarat nilai kebersamaan.
Kampung Pasar Simpang Tiga merupakan salah satu kampung yang berada di pusat Kota Redelong dan berbatasan langsung dengan Kampung Reje Guru, Belang Sentang, serta Bale Redelong. Setiap tahunnya, masyarakat kampung tersebut melaksanakan penyembelihan hewan kurban di Menasah Al-Mutaqin dan mendistribusikan daging kurban kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
Ketua Panitia Kurban Kampung Pasar Simpang Tiga, Anwar AS, mengatakan jumlah hewan kurban yang disembelih tahun ini mencapai sembilan ekor, terdiri atas enam ekor kerbau, dua ekor sapi, dan tiga ekor kambing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selain hewan kurban yang disembelih, masyarakat juga secara swadaya melakukan patungan untuk membeli satu ekor sapi yang khusus dimasak bersama menjadi kuah belangong dan dinikmati oleh warga,” kata Anwar saat ditemui di lokasi penyembelihan, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, sebagian warga Pasar Simpang Tiga memilih merayakan Iduladha dan berkurban di kampung halaman masing-masing. Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi masyarakat Pasar Simpang Tiga yang terdiri dari berbagai suku dan latar belakang daerah.
“Pasar Simpang Tiga merupakan kampung yang masyarakatnya sangat majemuk. Banyak warga yang berasal dari berbagai daerah sehingga sebagian memilih berkurban di kampung asal mereka,” ujarnya.
Meski demikian, semangat kebersamaan tetap terjaga. Tradisi memasak kuah belangong bersama menjadi momentum yang mempererat hubungan sosial antarwarga. Daging sapi hasil patungan tersebut dimasak secara gotong royong dan disantap bersama, sementara daging kurban tetap dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
Tradisi kuah belangong sendiri telah menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Pasar Simpang Tiga dan rutin dilaksanakan setiap Hari Raya Iduladha.
Selain sebagai sajian khas, tradisi ini juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan rasa persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
“Ini adalah wujud kekompakan masyarakat Pasar Simpang Tiga. Meskipun kampung kami dihuni oleh berbagai etnis dan latar belakang, kegiatan kurban dan tradisi kuah belangong mampu menyatukan kami dalam semangat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan,” pungkas Anwar. (Dani).

































































