HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Zakat Produktif dan Harapan Kemandirian Umat

J.PORANG

- Redaksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:43 WIB

50284 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : H. Winnur Wajda, M.M.

Di tengah tantangan ekonomi masyarakat saat ini, zakat tidak lagi dipahami hanya sebatas bantuan konsumtif yang habis dalam sesaat. Lebih dari itu, zakat memiliki kekuatan besar untuk membangun kemandirian umat melalui penguatan usaha produktif masyarakat miskin. Inilah semangat yang terus dibangun oleh Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah melalui program bantuan tambahan modal usaha bagi mustahik produktif.

Program ini hadir bukan sekadar memberikan bantuan uang, tetapi menjadi ikhtiar bersama dalam mengangkat derajat ekonomi masyarakat kecil agar mampu bangkit, mandiri, dan perlahan keluar dari garis kemiskinan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petani kecil, pedagang keliling, usaha kelontong, hingga pelaku usaha mikro lainnya menjadi bagian dari perhatian Baitul Mal karena mereka adalah kelompok yang terus berjuang mempertahankan kehidupan keluarga dengan usaha sederhana yang dimiliki.

Zakat produktif pada hakikatnya adalah investasi sosial umat. Dana zakat yang disalurkan bukan untuk memanjakan, melainkan untuk memperkuat kemampuan usaha masyarakat miskin agar memiliki penghasilan yang lebih baik dan berkelanjutan. Ketika modal usaha bertambah, maka peluang peningkatan ekonomi keluarga juga semakin terbuka. Dari usaha kecil itulah lahir harapan besar untuk pendidikan anak, kebutuhan rumah tangga, hingga masa depan keluarga yang lebih layak.

Karena itu, dalam penyalurannya Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah menerapkan prinsip kehati-hatian, verifikasi lapangan, validasi data, dan skala prioritas agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Bantuan diprioritaskan kepada masyarakat miskin produktif yang memiliki usaha berjalan, memiliki tanggungan keluarga, serta mendapat rekomendasi dari aparatur dan Imem Kampung sebagai bagian dari UPZ kampung.

Selain itu, masyarakat dari kampung yang aktif menyalurkan zakat melalui Baitul Mal juga menjadi perhatian khusus. Hal ini bukan untuk membeda-bedakan, melainkan sebagai bentuk edukasi sosial bahwa zakat yang ditunaikan masyarakat akan kembali memberi manfaat kepada lingkungan dan masyarakat kampung itu sendiri. Dengan demikian, semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam berzakat dapat tumbuh secara nyata di tengah masyarakat.

Baitul Mal juga ingin memberikan pemahaman bahwa program bantuan modal usaha bukanlah bantuan yang dapat diberikan kepada semua orang tanpa ketentuan. Dana zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dan disalurkan sesuai syariat, aturan, serta prinsip keadilan. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan dapat memahami adanya proses seleksi, survei lapangan, dan penilaian kelayakan sebelum bantuan ditetapkan.

Ke depan, zakat produktif diharapkan mampu melahirkan perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Mustahik hari ini diharapkan dapat menjadi muzakki di masa mendatang. Inilah cita-cita besar pengelolaan zakat, yakni membangun kemandirian ekonomi umat dan memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui dana zakat yang dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran.

Semoga kesadaran berzakat masyarakat terus meningkat dan menjadi kekuatan bersama dalam membangun Kabupaten Bener Meriah yang lebih sejahtera, berkeadilan, dan penuh keberkahan. (Dani)

Berita Terkait

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan
Ketua BPD Sungai Jering Diduga Pemilik Tambang Ilegal Bukit Keramat yang Tewaskan Operator Asal Medan
Panitia Mulai Merampungkan Persiapan Musda VI DPD ll Partai Golkar Kabupaten Gayo Lues
Cekcok Suami Istri Berujung Vila Terbakar di Bener Meriah, Kerugian Rp 500 Juta dan Seorang Perempuan Jadi Tersangka
Bener Meriah Gelar Dialog Budaya Gayo Dalam Rangka Peringatan Hari Budaya Tahun 2026
Banjir Kembali Mengancam Kampung Agusen, BPBD Gayo Lues Dirikan Empat Tenda Darurat
BPBD Gayo Lues Siapkan Normalisasi Sungai Aih Bobo, Pekerjaan Ditargetkan Mulai 19 Oktober
Ada Apa Dengan PWI Aceh …?

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Keluarga Temukan Bekas Luka Tembak, Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Memicu Tuntutan Investigasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Darah di Markas Polairud: Tragedi Kematian Bharada Valdo yang Menyisakan Tanda Tanya Besar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:32 WIB

57.000 Orang Utan Kehilangan Habitat Akibat Karhutla, Kematian Massal Tak Tercatat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Aturan Pidana Baru, Sinergi Aparat Penegak Hukum di Tengah Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP Nasional

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Berita Terbaru

KABAR DUKA

Irjen Polisi Purnawirawan Napoleon Bonaparte Tutup Usia

Minggu, 18 Okt 2026 - 22:13 WIB