slot preparation.lsrs.lu

Harimau Sumatera Serang Petani di Desa Singah Mulo, Warga Putri Betung Desak BPKEL Turun Tangan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:53 WIB

50580 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Peristiwa penyerangan Harimau Sumatera terhadap petani kembali menggemparkan Desa Singah Mulo, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, pada Selasa (19/5/2026). Seorang petani muda, Roni (26) asal Dusun Ayu Ara, menjadi korban terbaru dalam deretan insiden yang melibatkan satwa dilindungi tersebut. Korban mengalami luka serius di bagian wajah dan bahu kiri akibat gigitan dan cakaran harimau, ketika sedang bekerja di kebun miliknya yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.

Menurut kesaksian Samin, warga desa setempat, situasi saat itu berubah mencekam ketika ia mendengar teriakan Roni dari kebun sekitar tengah hari. Dengan sigap, Samin berlari menuju lokasi dan menemukan Roni dalam kondisi bersimbah darah, nyaris tak berdaya. Roni dibawa kembali ke desa dengan sepeda motor kemudian dirujuk ke RS Salahudin Aceh Tenggara untuk penanganan medis lanjutan. Dari hasil pemeriksaan medis, terlihat luka robek pada bibir dan bahu yang diduga kuat akibat serangan harimau liar.

Kejadian di Desa Singah Mulo ini menambah daftar insiden serupa yang terjadi di wilayah Kecamatan Putri Betung dalam beberapa bulan terakhir. Selain korban manusia, sejumlah ternak milik warga seperti kambing, biri-biri, dan anjing juga kerap dilaporkan hilang akibat dimangsa harimau—terutama di Desa Meloak Aih Ilang, yang wilayahnya berdekatan dengan hutan. Meningkatnya intensitas konflik satwa dan manusia di kawasan ini menimbulkan rasa takut yang mendalam di tengah masyarakat. Sebagian warga bahkan menghentikan aktivitas berkebun, meski secara ekonomi hal itu jelas menjadi pukulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi kejadian ini, pihak Kepolisian Sektor Putri Betung mengimbau warga untuk sementara waktu menghentikan seluruh kegiatan di kebun, terutama di lokasi yang rawan. Imbauan itu disampaikan secara luas melalui pengulu dan perangkat desa, baik secara langsung maupun melalui grup percakapan daring Forkopimcam Putri Betung. Warga diminta untuk tidak beraktivitas seorang diri di kebun maupun hutan, dan segera melapor jika melihat tanda-tanda kemunculan harimau di sekitar permukiman.

Pihak kepolisian juga memastikan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk penanganan lebih lanjut. Namun, melihat situasi yang semakin meresahkan, masyarakat Putri Betung bersama para pengulu desa mendesak Badan Pengelola Kawasan Ekosistem Leuser (BPKEL) untuk segera turun tangan. Warga berharap BPKEL, sebagai otoritas yang mengelola kawasan konservasi Leuser, mampu mengambil langkah yang terukur dan efektif dalam menangani konflik ini. Mereka meminta agar BPKEL memperbanyak patroli di wilayah rawan, mendirikan posko pengamanan, serta melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang tata cara menghadapi atau menghindari konflik dengan satwa liar. Keberadaan BPKEL dinilai sangat vital untuk mengatur penanggulangan konflik secara terencana, merangkul masyarakat adat, serta memperkuat koordinasi lintas instansi.

Konflik antara manusia dan Harimau Sumatera di Desa Singah Mulo tidak dapat dilepaskan dari persoalan semakin sempitnya habitat satwa akibat alih fungsi lahan dan perambahan hutan. Banyak kawasan kebun warga kini beririsan langsung dengan jalur perlintasan harimau, membuat risiko serangan meningkat setiap tahun. Dalam kondisi itu, masyarakat dihadapkan pada pilihan sulit antara menjaga penghidupan dan keselamatan jiwa.

Kehadiran BPKEL, menurut warga, diharapkan tidak hanya saat insiden terjadi, namun dengan peran aktif melalui program mitigasi, pemasangan kamera pengintai, serta pengelolaan habitat yang adil bagi semua pihak. Selain itu, masyarakat meminta pemerintah daerah dan pusat memberikan jaminan perlindungan serta solusi ekonomi bila harus meninggalkan kebun mereka sementara.

Sementara proses penanganan korban terus berjalan dan patroli gabungan mulai dilakukan di lokasi-lokasi rawan, asa masyarakat tetap menggantung pada komitmen nyata seluruh pemangku kepentingan untuk mengatasi konflik berulang ini. Peristiwa di Desa Singah Mulo menjadi pengingat akan pentingnya pemetaan matang kawasan hidup satwa dengan keseharian masyarakat, demi menjaga ekosistem lestari tanpa mengorbankan satu pihak pun. Warga Putri Betung kini berharap, langkah cepat dan tegas dari BPKEL bisa menjadi awal dari penyelesaian jangka panjang atas konflik manusia dan harimau di kawasan Leuser. (RED)

Berita Terkait

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana
Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah
Quick Response Personel Batalyon D Pelopor Bersama Masyarakat Padamkan Kebakaran Rumah di Gayo Lues
BPBD Gayo Lues Dirikan Tenda Darurat dan Salurkan Logistik untuk Korban Kebakaran Telege Jernih

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru