WANGSA Desak Pemkab Aceh Barat Realisasi Jembatan Cot Manggie di tahun 2026

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:54 WIB

50424 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Barat – Dua tahun setelah banjir besar 20 November 2023 merusak Jembatan Gantung Cot Manggie, pembangunan tak kunjung dimulai. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat belum menunjukkan langkah konkret. Situasi ini memantik kritik dari Wahana Generasi Aceh (Wangsa).

Jembatan Cot Punti pertama kali diangkat oleh Wangsa pada 11 Agustus 2024. Saat itu, pemerintah daerah menyampaikan bahwa pembangunan akan direalisasikan pada tahun 2025. Namun hingga 28 Februari 2026, belum terlihat realisasi nyata di lapangan. Tidak ada tanda-tanda pekerjaan fisik maupun kepastian waktu pelaksanaan.

Ketua Wangsa, Jhony Howord, menyebut kondisi tersebut sebagai bentuk kelambanan yang sulit diterima akal sehat. Hingga kini, kata dia, anak-anak masih harus menyeberangi sungai dengan perahu untuk berangkat sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah lebih dua tahun. Anak-anak masih bertaruh keselamatan setiap pagi hanya untuk bisa belajar. Pemerintah sebenarnya menunggu apa? Harus ada korban dulu baru bergerak?” ujar Jhony, Jumat, 28 Februari 2026.

Bagi warga Cot Manggie, jembatan itu bukan sekadar infrastruktur. Tetapi akses utama pelajar dari SD hingga SMA menuju sekolah. Saat debit sungai meningkat, aktivitas belajar praktis lumpuh. Dalam kondisi terpaksa, sebagian siswa tetap menyeberang dengan risiko terseret arus. Seragam basah, sepatu rusak, dan rasa cemas menjadi bagian dari rutinitas. Sebuah ironi di tengah pernyataan resmi yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas.

Jhony mengingatkan, pemerintah daerah sebelumnya sempat menyampaikan rencana pembangunan pada 2025. Namun hingga Februari 2026, belum tampak kejelasan anggaran maupun tanda-tanda pekerjaan fisik di lapangan.

“Jangan beri masyarakat harapan kosong. Kalau memang ini prioritas, mestinya ada kepastian. Anggarannya di mana, mulai kapan, selesai kapan. Itu yang ditunggu warga,” katanya.

Ia menilai, kondisi ini berseberangan dengan narasi pemerintahan Tarmizi–Said Fadheil yang kerap menekankan komitmen pada sektor pendidikan dan kesehatan. Menurut Jhony, komitmen tidak cukup disampaikan dalam pidato.

“Komitmen itu diuji di lapangan. Apa artinya bicara pendidikan kalau akses dasar ke sekolah saja dibiarkan rusak bertahun-tahun?” ujarnya.

Lebih jauh, Jhony menyinggung potensi implikasi hukum apabila pembiaran terus berlanjut. Dalam prinsip penyelenggaraan pemerintahan, kepala daerah memiliki kewajiban menjamin pelayanan dasar dan keselamatan masyarakat. Jika risiko telah diketahui tetapi tidak ditindaklanjuti, maka tanggung jawab tidak berhenti pada ranah moral atau politik.

“Kalau sampai terjadi korban akibat kondisi yang sudah jelas berbahaya dan dibiarkan, publik tentu akan menuntut pertanggungjawaban. Dalam perspektif hukum, kelalaian terhadap risiko nyata bisa berimplikasi serius,” kata Jhony.

Ia menegaskan, alasan teknis maupun keterbatasan anggaran tidak bisa terus dijadikan dalih. Dua tahun adalah waktu yang cukup untuk menunjukkan keberpihakan dan keseriusan.

Bagi masyarakat Cot Manggie, jembatan itu bukan proyek biasa. Ia adalah penghubung harapan antara rumah dan sekolah, antara hari ini dan masa depan anak-anak mereka.

“Jangan tunggu nyawa melayang baru ada keputusan. Keselamatan dan pendidikan anak-anak Aceh Barat harus ditempatkan di atas segalanya,” ujar Jhony Howord.

Berita Terkait

Sekda Aceh Dinilai Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA, Ketua IKA-UTU Desak Evaluasi dan Koreksi Segera
Kakanwil DJBC Aceh Laksanakan Kunjungan Kerja Perdana ke Bea Cukai Meulaboh
Kasus Mawardi Basyah Anggota DPRA GeRAK Desak Kejari Aceh Barat Eksekusi Keputusan MA RI.
Raih Poin Tertinggi, Habibi Aceh Masuk Grand final AKSI Indonesia 2026
Bupati Tarmizi: Habibi Menjadi Inspirasi dan Motivasi Bagi Generasi
MUQ Aceh Selatan MoU Prodi Ilmu Al-Qur’an Tafsir STAIN TDM
BPC HIPMI Abdya dan Perusahaan Muda Jaya Mandiri Syariah Berbagi Takjil untuk Ratusan Anak Yatim
Ulama Muda Aceh Dukung Tgk. Habibi di Ajang AKSI Indonesia 2026

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

Bupati Gayo Lues Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan di Tengah Cuaca Ekstrem

Jumat, 17 April 2026 - 15:17 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Meninggal Dunia kepada Dua Ahli Waris di Gayo Lues

Jumat, 17 April 2026 - 15:14 WIB

Bantuan Masa Panik Disalurkan untuk Korban Puting Beliung dan Banjir di Gayo Lues

Jumat, 17 April 2026 - 15:12 WIB

Bantuan Pangan Bulog untuk 18.500 Warga Gayo Lues: Menjaga Ketahanan di Tengah Tantangan Ekonomi

Selasa, 14 April 2026 - 19:07 WIB

Hakim Diuji Keadilan, Rabusin Tegaskan Fakta Hukum dan Kepastian Hak di Tengah Sengketa Agraria

Senin, 13 April 2026 - 19:48 WIB

Warga Agusen, Damkar Serta Relawan Bangun Kembali  Jembatan Gantung 

Senin, 13 April 2026 - 04:15 WIB

Pemkab Gayo Lues Gelar Doa Bersama, Lanjutkan Rangkaian HUT ke-24 dengan Harapan Bangkit dari Bencana

Senin, 13 April 2026 - 04:12 WIB

HUT ke-24 Kabupaten Gayo Lues, Bupati Ajak Masyarakat Bangkit Bersama Pasca Bencana

Berita Terbaru

ARTIKEL

Kecanduan Judol, Nyawa Ibu Kandung Melayang

Kamis, 16 Apr 2026 - 06:10 WIB