slot preparation.lsrs.lu

Harimau Mangsa 20 Ekor Ternak Warga di Kampung Meloak Aih Ilang, Warga Diimbau Tetap Waspada

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026 - 22:45 WIB

501,537 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Seekor harimau dilaporkan memangsa puluhan ekor ternak milik warga di Kampung Meloak Aih IlangKecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues , memicu kekhawatiran dan seruan kewaspadaan di tengah masyarakat. Peristiwa itu terjadi pada Jumat pagi, 23 Januari 2026, sekitar pukul 05.00 WIB, di kebun milik warga bernama Bapak Selamat Am. Ali Durin Daun.

Sebanyak 20 ekor dari total 24 ekor ternak domba — sejenis biri-biri — dilaporkan tewas akibat serangan hewan buas tersebut. Hanya empat ekor dinyatakan selamat dalam insiden yang mengejutkan masyarakat kampung tersebut. Kejadian ini kembali mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan terhadap satwa liar, terutama bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar kawasan hutan yang masih menjadi habitat alami satwa buas seperti harimau Sumatera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Serangan ini diduga terjadi ketika ternak dalam kondisi dikandangkan di area kebun yang cukup jauh dari permukiman. Kondisi lingkungan yang masih gelap dan sepi pada waktu dini hari membuat predator tersebut bergerak leluasa tanpa terdeteksi warga. Jejak yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian memperkuat dugaan bahwa yang menyerang merupakan seekor harimau.

Imbauan kepada masyarakat pun segera dikeluarkan oleh pihak kampung. Warga diajak untuk lebih berhati-hati, tidak beraktivitas sendirian di area kebun saat malam atau dini hari, dan memastikan ternak tidak dilepas bebas di area yang rentan dimasuki satwa liar. Ronda malam, pengamanan kandang, dan pelaporan cepat ke pihak berwenang menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan konflik lanjutan.

Kondisi ini dinilai bukan hanya sebagai insiden satwa liar masuk kampung, melainkan sebagai sinyal kuat meningkatnya tekanan pada habitat alami hewan-hewan tersebut. Perambahan hutan, pembukaan lahan tanpa kajian lingkungan, serta menurunnya populasi satwa buruan alami dalam rantai makanan harimau bisa menjadi alasan utama kenapa predator tersebut menyasar ke wilayah pemukiman manusia.

Warga berharap agar pihak berwenang seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera turun tangan melakukan identifikasi lebih lanjut, sekaligus melakukan langkah mitigasi untuk mencegah insiden serupa terulang. Dalam waktu dekat, masyarakat juga menginginkan adanya sosialisasi langsung di kampung terkait upaya tanggap cepat menghadapi ancaman serangan satwa liar.

Hingga saat ini, warga masih diliputi kecemasan akan kemungkinan harimau tersebut kembali muncul di lokasi yang sama. Pemerintah kampung meminta seluruh warganya untuk tetap dalam keadaan siaga, menjaga keselamatan diri dan hewan ternaknya, dan tidak mengambil tindakan ekstrem yang dapat membahayakan diri maupun kelestarian satwa dilindungi.

Semoga seluruh masyarakat Kampung Meloak Aih Ilang senantiasa dalam lindungan-Nya, terhindar dari bahaya, dan selalu diberikan kekuatan dalam menjaga keselamatan bersama, baik manusia maupun ekosistem yang ada di sekitarnya. (*)

Berita Terkait

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana
Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah
Quick Response Personel Batalyon D Pelopor Bersama Masyarakat Padamkan Kebakaran Rumah di Gayo Lues

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:10 WIB

YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB