BNPB Rampungkan Hunian Sementara untuk Warga Terdampak Bencana di Pidie Jaya

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:48 WIB

50422 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pidie Jaya |  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Sebanyak 10 kopel atau barak huntara telah rampung dibangun dan siap ditempati oleh 50 kepala keluarga (KK) yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Tenaga Ahli BNPB, Kolonel (Purn) Agus Marsanto, menjelaskan bahwa pembangunan huntara dimulai sejak 1 Januari 2026 dan kini telah mencapai tahap akhir, selanjutnya akan segera diserahkan kepada pemerintah daerah. “Kami harapkan secepatnya huntara ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak, sebagai tempat tinggal sementara yang layak dan aman,” kata Agus.

Pembangunan huntara di lokasi tersebut dilakukan di atas lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi dan melibatkan perusahaan lokal asal daerah setempat. Setiap unit huntara dilengkapi fasilitas dasar seperti sambungan listrik dari PLN yang telah aktif, serta akses terhadap air bersih melalui sistem sumur bor. Kehadiran fasilitas ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar penghuni dapat terpenuhi dalam masa tinggal sementara selama proses pemulihan berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agus mengatakan, selain hunian fisik, pemerintah juga tetap menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga terdampak yang memilih tidak tinggal di huntara. Hal ini merupakan bagian dari skema pemulihan yang memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam menentukan pilihan tempat tinggal pascabencana.

Secara teknis, satu unit huntara dirancang dengan ukuran 3,6 meter x 4,8 meter, dilengkapi kamar mandi berukuran 1,2 meter x 1,2 meter, serta teras seluas 1,2 meter x 3,6 meter. Selain 10 kopel yang telah selesai dibangun, BNPB juga tengah mengebut pembangunan tambahan sebanyak 13 kopel untuk 65 KK di lokasi yang sama. Saat ini, progres pembangunan tambahan tersebut telah mencapai sekitar 20 persen.

Huntara di Desa Manyang Cut merupakan bagian dari program lebih luas yang dilakukan pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya. BNPB bersama pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembangunan hunian sementara di berbagai titik sebagai bagian dari strategi pemulihan yang komprehensif.

Selain di Desa Manyang Cut, pembangunan huntara juga tengah berlangsung di beberapa lokasi lain. Di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, pemerintah membangun 10 kopel bagi 50 KK. Sementara itu di Kecamatan Meurah Dua, sebanyak 9 kopel untuk 45 KK sedang dibangun di Desa Geunteng. Di Desa Meunasah Bie, sebanyak 34 kopel yang akan dihuni oleh 170 KK juga sedang dalam proses pembangunan.

Agus menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan agar mayoritas huntara dapat diselesaikan dan siap ditempati sebelum Bulan Suci Ramadan. Ia berharap tempat tinggal sementara tersebut tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga turut mendukung pemulihan psikososial warga serta mempercepat kembalinya aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.

Upaya pembangunan hunian ini menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. Keberadaan huntara diharapkan dapat menjadi jembatan bagi warga untuk melanjutkan hidup dengan lebih baik, sambil menanti pembangunan rumah permanen dan pemulihan lingkungan secara menyeluruh. (*)

Berita Terkait

Bea Cukai Banda Aceh Melalui Bea Cukai Peduli Resmikan Bantuan Sumur Bor untuk Dayah/Pesantren di Kabupaten Pidie Jaya
Bea Cukai Banda Aceh Melalui Bea Cukai Peduli Resmikan Bantuan Sumur Bor untuk Dayah/Pesantren di Kabupaten Pidie Jaya
Gerindra Aceh Buka Puasa Bersama Korban Banjir Pidie Jaya, Fadhlullah Serahkan Santunan Anak Yatim
Universitas Serambi Mekkah Terjunkan 50 Mahasiswa Mengikuti Program Mahasiswa Berdampak di Gampong Beurawang, Pidie Jaya Aceh
Dirjen Sumber Daya Air Tinjau Penanganan Pascabencana di Krueng Meureudu, Pidie Jaya
Pemerintah Salurkan Dana Tunggu Hunian untuk Warga Terdampak Banjir di Pidie Jaya
Solidaritas Tanpa Batas: HMP–PAI UIN Ar-Raniry dan HMPS PAI UIN SMH Banten Bantu Korban Banjir Aceh
USM Audiensi dengan Pemkab Pidie Jaya Bahas KKN Tematik di Wilayah Terdampak Bencana

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 02:24 WIB

JASA Bireuen Dukung Penuh Pergub JKA 2026: Bukti Keberpihakan Pemerintah Aceh kepada Rakyat

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:54 WIB

Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Pendampingan Industri Hasil Tembakau Lewat Customs Visit Customer di Bireuen

Jumat, 24 April 2026 - 04:33 WIB

Iswahyudi Terima SK DPP PAN, Konsolidasi Politik PAN Bireuen Diperkuat Jelang Agenda Strategis Daerah

Minggu, 12 April 2026 - 18:48 WIB

350 Hektare Sawah di Gandapura Terselamatkan dari Ancaman Gagal Panen, Respons Cepat Pemerintah Jadi Kunci

Rabu, 1 April 2026 - 20:47 WIB

Aksi Kemanusiaan Bea Cukai Lhokseumawe Salurkan Lebih dari 7 Ton Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh

Jumat, 27 Maret 2026 - 00:32 WIB

Aksi Kemanusiaan Bea Cukai Lhokseumawe Salurkan Lebih dari 7 Ton Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh

Jumat, 27 Februari 2026 - 00:24 WIB

Salurkan Bantuan, Bea Cukai Lhokseumawe ke Gampong Teupin Raya

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:55 WIB

Dek Gam Tunjuk Wapres Persiraja Nahkodai PAN Bireuen

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas TMMD Abdya Benahi Mushola Warga

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:16 WIB

ACEH BARAT DAYA

Satgas TMMD dan Masyarakat Jibaku Bongkar Atap Rumah Warga Kurang Mampu

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:20 WIB

ACEH BARAT DAYA

Excavator Dikerahkan, TMMD Abdya Percepat Pembangunan Jalan Pegunungan

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:51 WIB