Banda Aceh | General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Mundhakir, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah di Aceh sejak Senin (29/9/2025).
“PLN memohon maaf kepada masyarakat terdampak,” ujar Mundhakir saat dikonfirmasi, Rabu (1/10/2025).
Ia menjelaskan bahwa saat ini PLN masih terus berupaya untuk memulihkan sistem kelistrikan secara bertahap. Dua pembangkit utama, yakni PLTU Nagan Raya dan PLTMG Arun, sedang dalam proses pengoperasian kembali.
“Hal ini menyebabkan berkurangnya pasokan daya listrik yang melayani pelanggan sekitar 250 MW,” jelasnya.
Akibat gangguan tersebut, beberapa kabupaten dan kota terdampak, mulai dari Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, Lhokseumawe, Langsa, Aceh Tamiang, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Besar, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Jaya, Aceh Barat Daya, hingga Aceh Selatan.
“Karena berkurangnya pasokan listrik, maka dengan sangat terpaksa kami melakukan manajemen beban. Kami memprioritaskan rumah sakit, bandara, obyek vital, dan fasilitas layanan umum lainnya,” sambung Mundhakir.
Sementara itu, Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, menyebut pihaknya telah bekerja cepat untuk memulihkan jaringan.
“PLN UID Aceh telah memulihkan lebih dari 60 persen sistem kelistrikan di Aceh dalam waktu kurang dari 24 jam setelah terjadi gangguan sistem yang meluas pada Senin (29/9/2025) pukul 16.40 WIB,” kata Lukman.
PLN meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar. Pemulihan penuh akan dilakukan secepat mungkin seiring dengan normalisasi pembangkit yang terdampak. (*)






































