Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, Ahmad Sahroni, akhirnya buka suara terkait video dirinya bersama artis Nafa Urbach yang beredar luas di media sosial. Video itu sempat memicu kehebohan publik lantaran dikaitkan dengan flashdisk putih yang disebut-sebut berisi data sensitif miliknya.
“Video yang beredar itu dipelintir. Banyak yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Saya tegaskan, tidak ada hal-hal seperti yang diviralkan netizen,” kata Sahroni dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/9/2025).
Isu soal flashdisk putih pertama kali mencuat pekan lalu. Flashdisk tersebut kabarnya berisi data penting, termasuk rekaman pribadi yang kemudian dikaitkan dengan nama Nafa Urbach. Publik makin heboh setelah Fraksi Partai NasDem mengumumkan pemberhentian Ahmad Sahroni sebagai anggota DPR RI secara mendadak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Spekulasi pun bermunculan. Banyak pihak menilai pemecatan Sahroni erat kaitannya dengan bocornya isi flashdisk itu. “Saya tegaskan, tidak ada hubungannya. Keputusan partai adalah rotasi biasa. Soal flashdisk, itu fitnah,” ucap Sahroni.
Nama Nafa Urbach ikut terseret dalam polemik ini. Beberapa warganet bahkan menuding kedekatan mereka sebagai alasan di balik kisruh politik Sahroni. Namun Sahroni membantah tuduhan tersebut. “Saya dan Mbak Nafa hanya berteman. Tidak lebih. Mohon jangan seret-seret namanya,” tegasnya.
Kisruh makin panas setelah pada 30 Agustus 2025 sekelompok massa mendatangi rumah pribadi Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach. Awalnya aksi itu disebut sebagai bentuk protes damai atas pernyataannya yang dianggap menghina rakyat miskin. Namun situasi berujung ricuh: massa melempari rumah, merusak properti, hingga menjarah sejumlah barang.
Polisi menyebut sedang menyelidiki aksi anarkis tersebut. “Kami sudah amankan beberapa orang yang diduga terlibat. Proses hukum tetap berjalan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam.
Meski diterpa isu bertubi-tubi, Sahroni mengaku siap menghadapi konsekuensi politik maupun hukum. Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh potongan video atau isu yang belum jelas kebenarannya. “Saya akan tempuh jalur hukum terhadap penyebar fitnah ini. Kebenaran pasti akan terungkap,” tutupnya. (*)



































































