slot preparation.lsrs.lu

Ucapan ‘Lu Punya Otak Nggak?’ Hotman Paris ke Wartawan Disesalkan Forum Pemred

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 20 Juli 2026 - 05:36 WIB

50221 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) menyatakan penyesalan terhadap pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea yang dinilai merendahkan profesi wartawan saat konferensi pers kasus eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Kejaksaan Agung, Jumat (17/7/2026). Forum Pemred menilai respons Hotman Paris dalam konferensi pers tersebut sama sekali tidak profesional dan bertentangan dengan semangat perlindungan pers yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dalam pernyataan yang diunggah di laman Instagram pada Minggu (19/7/2026), Forum Pemred menegaskan bahwa bertanya adalah bagian inti dari proses kerja jurnalistik dan prinsip disiplin verifikasi yang dijalankan wartawan, serta dilindungi hukum. Menurut Forum Pemred, narasumber memang memiliki hak untuk tidak menjawab pertanyaan, tetapi tidak pantas jika dilakukan dengan cara yang merendahkan. Pilihan kata Hotman Paris, seperti “lu punya otak nggak”, sama sekali dianggap tak mencerminkan substansi maupun menghormati profesi wartawan.

Forum Pemred mengingatkan, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers secara jelas mengatur perlindungan hukum terhadap wartawan dalam menjalankan tugas. Pasal 8 undang-undang tersebut menyatakan wartawan berhak mendapatkan perlindungan, termasuk hak tolak, larangan penyensoran, dan kebebasan dari segala bentuk kekerasan atau intimidasi. Cara-cara intimidatif, baik secara verbal maupun nonverbal, disebut jelas bertentangan dengan ketentuan hukum ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Forum Pemred mengimbau seluruh pihak, baik narasumber, pejabat publik, advokat, maupun masyarakat, untuk menjaga kebebasan pers dan saling menghormati profesi dengan tetap mengedepankan etika serta kompetensi masing-masing. Forum Pemred juga meneguhkan bahwa penghormatan terhadap kebebasan pers sangat penting demi menjaga kualitas demokrasi dan keterbukaan informasi di Indonesia. (*)

Berita Terkait

Jakarta Siaga 1, Dokumen Mobilisasi 20.980 Prajurit TNI AL ke Ibu Kota Beredar di Tengah Skandal Penyadapan Presiden
Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Masuk Kategori Makar
Aksi Penurunan Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sejumlah Lokasi
Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta
SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali
Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Khusus Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian
Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 22:37 WIB

Jakarta Siaga 1, Dokumen Mobilisasi 20.980 Prajurit TNI AL ke Ibu Kota Beredar di Tengah Skandal Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 20:20 WIB

Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Masuk Kategori Makar

Rabu, 4 November 2026 - 19:28 WIB

Aksi Penurunan Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sejumlah Lokasi

Rabu, 4 November 2026 - 19:08 WIB

SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali

Rabu, 4 November 2026 - 18:54 WIB

Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Khusus Sidang Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 4 November 2026 - 18:48 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Berita Terbaru