TNI Sesalkan Kericuhan Hari Damai Aceh dan Tekankan Pentingnya Hormati Simbol Negara

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:12 WIB

50102 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH |  Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan keprihatinan atas kericuhan yang terjadi dalam peringatan Hari Damai Aceh di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026). Insiden ini bermula dari bentrokan antara aparat keamanan dan massa yang memadati lokasi kegiatan, sehingga momentum yang semestinya menjadi refleksi perdamaian justru ternoda aksi anarkis.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, menegaskan pentingnya seluruh unsur masyarakat untuk selalu menghormati simbol negara dan tidak terlibat dalam tindakan provokatif yang justru dapat memperuncing konflik sosial. Nas menekankan bahwa situasi damai yang telah terbangun selama bertahun-tahun di Aceh seharusnya dijaga bersama, tanpa ada upaya sengaja yang dapat mencederai nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.

Kericuhan dilaporkan bermula ketika sebagian elemen masyarakat berusaha mengibarkan bendera bintang bulan di salah satu tiang dalam kompleks masjid. Aparat TNI yang berjaga langsung mencegah pemasangan bendera tersebut dan memberikan peringatan. Tindakan pencegahan itu kemudian dibalas massa dengan gerakan melawan, termasuk pelemparan batu, sehingga memicu respons aparat lewat penggunaan gas air mata untuk membubarkan massa. Suasana sempat semakin tidak terkendali ketika sejumlah kendaraan dinas rusak akibat lemparan benda keras.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi di sekitar Masjid Raya baru mereda setelah massa mulai meninggalkan lokasi dan aparat menarik kembali pasukan dari area utama kerumunan. TNI menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan kepolisian dan pemerintah daerah untuk memastikan ketertiban tetap terjaga dan stabilitas Aceh tidak terganggu. Mayjen Nas mengingatkan, Hari Damai Aceh semestinya menjadi ruang evaluasi dan persatuan, bukan justru dirusak dengan tindakan yang dapat memperburuk suasana dan mencoreng makna perdamaian yang telah diupayakan bersama selama dua dekade terakhir. (*)

Berita Terkait

Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri
Bendera Merah Putih Kembali Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Simbol Pemulihan Menjelang HUT ke-81 RI
Status Bendera Bintang Bulan Masih Menjadi Polemik di Aceh
Teriakan “Merdeka” Warnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman
Hari Damai Aceh Berubah Jadi Chaos, Massa Kejar Aparat hingga Bakar Motor TNI
Aksi Kericuhan Hari Damai Aceh Rusak Sejumlah Kendaraan, Warga Minta Pemerintah Beri Perhatian
Massa Tunjukkan Foto Korban Luka Saat Kerusuhan Peringatan Damai Aceh
Kericuhan Hari Damai Aceh: Tanda Kekecewaan atau Aksi yang Ditunggangi?

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Ribuan Warga Samadua Bergerak Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:06 WIB

ForPAS : IUP MMS Bukan Cek Kosong, KPK Diminta Telusuri Kemungkinan Dugaan Gratifikasi dalam Perizinan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:29 WIB

Bupati Aceh Selatan Dukung Peningkatan Kompetensi Guru, Pemkab Jajaki Kerja Sama dengan Pascasarjana USK

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:53 WIB

Senjata Api Mengancam Masyarakat, IMP Desak Evaluasi dan Pemeriksaan Polres Aceh Selatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:31 WIB

Pemkab Aceh Selatan Percepat Usulan WPR, Sembilan Lokasi Disiapkan untuk Tambang Rakyat Legal

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:25 WIB

Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT

Berita Terbaru