Tito Karnavian Sentil Gaya Hidup Mewah Pejabat: Rp10 Ribu Saja Bisa Sangat Berarti

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 23 September 2025 - 12:14 WIB

50287 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan para pejabat agar lebih peka terhadap kondisi rakyat kecil. Ia menyinggung fenomena gaya hidup mewah pejabat dan keluarganya yang kerap dipamerkan di media sosial, yang dinilainya bisa memicu ketimpangan sosial dan kecemburuan masyarakat.

“Dalam hati saya ini kira-kira semua pejabat paham enggak ya. Rp10 ribu sangat berarti. It really matters untuk rakyat kita yang di bawah ini,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi Nasional Posyandu 2025 di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara, Senin (22/9/2025).

Ia menggambarkan kondisi banyak warga Indonesia yang hidup pas-pasan, bahkan harus menghidupi keluarga besar dalam kondisi tidak layak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bayangkanlah kira-kira yang tidurnya di dalam rumah yang enggak layak, membiayai keluarganya tujuh orang sebulan, hidup di rumah-rumah berseng. Ketika kemudian melihat ada berita dari DPR misalnya, dapat tunjangan Rp50 juta per bulan, tunjangan perumahan,” ujarnya.

Mantan Kapolri itu juga menyentil tren pamer kekayaan alias flexing yang dilakukan oleh anak atau keluarga pejabat publik. Menurut Tito, gaya hidup seperti itu berkaitan erat dengan fenomena “nepo kids” atau “nepo baby”—istilah yang merujuk pada anak-anak tokoh terkenal yang dianggap mendapat privilese karena koneksi orang tuanya.

“Jadi flexing itu yang disebut dengan nepo kids, nepo baby. Itu adalah suatu fenomena dunia ya, yang lagi ramai di kalangan Gen Z,” ujar Tito.

Ia menyebut fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga menjadi pemicu aksi demonstrasi di beberapa negara, termasuk Nepal, di mana amarah publik meledak setelah melihat gaya hidup anak-anak pejabat yang dianggap tak berempati dengan penderitaan rakyat.

Tito berharap para pejabat bisa lebih bijak dalam bersikap dan menjaga perasaan masyarakat di tengah situasi ekonomi yang masih berat. (*)

Berita Terkait

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:16 WIB

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:38 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:48 WIB

PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:09 WIB

Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:25 WIB

Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:00 WIB

BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba

Senin, 1 Juni 2026 - 19:54 WIB

IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum Et Repertum dan Medikolegal, Hadirkan Pakar Forensik Nasional

Berita Terbaru