Presiden Minta Kasus Keracunan dalam Program MBG Tidak Dipolitisasi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 28 September 2025 - 05:12 WIB

50325 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA|  Presiden Prabowo Subianto meminta agar persoalan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dijadikan alat politisasi. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari program tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Harus waspada, jangan sampai ini dipolitisasi. Tujuan makan bergizi ini untuk anak-anak kita. Yang sering sulit makan. Mungkin kita ini makan lumayan, mereka itu makan hanya nasi pakai garam,” ujar Presiden kepada wartawan di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9/2025).

Presiden mengatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan makanan bergizi seimbang bagi jutaan anak. Diakuinya, terdapat berbagai hambatan dan kekurangan dalam implementasi program MBG, namun hal itu dinilai wajar mengingat skala program yang sangat besar. Ia meyakini, tantangan yang muncul dapat segera diatasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk memberi makan jutaan anak pasti ada hambatan dan rintangan. Ini kita atasi. Ini masalah besar, jadi pasti ada kekurangan dari awal. Tapi saya yakin bahwa kita akan selesaikan dengan baik,” katanya menegaskan.

Selama melakukan lawatan luar negeri, Presiden memastikan tetap memantau perkembangan pelaksanaan program MBG. Ia juga menyatakan akan segera memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindaya dan sejumlah pejabat terkait untuk membahas lebih lanjut insiden keracunan di beberapa daerah.

“Saya baru dari luar negeri tujuh hari. Saya monitor ada perkembangan itu. Habis ini saya langsung akan panggil Kepala BGN dan beberapa pejabat, kita akan diskusikan,” ujar Presiden.

Staf Khusus BGN, Redy Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa hingga September 2025, program MBG telah menjangkau 30 juta penerima manfaat. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 82,9 juta orang hingga akhir tahun. Saat ini, terdapat sekitar 9.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, dengan target sebanyak 30.000 unit.

Redy menyampaikan, program ini tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak dan ibu hamil, tetapi juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja serta mendukung sektor pertanian lokal. Sayuran dan telur di pasar-pasar diserap oleh SPPG, yang pada gilirannya menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Tenaga kerja yang diserap per SPPG bisa mencapai 50 orang. Kalau ada 10.000 SPPG, artinya sekitar 500 ribu orang terlibat langsung. Di beberapa lokasi, satu SPPG disuplai oleh sepuluh supplier, dan masing-masing supplier bisa mempekerjakan lima orang,” ujarnya.

Redy mencontohkan pengalaman di Bandung, Jawa Barat, di mana tiga unit SPPG membutuhkan pasokan dari sekitar 87 petani untuk memenuhi kebutuhan MBG secara rutin. Menurutnya, keterlibatan petani desa dalam rantai pasok MBG menunjukkan bahwa program ini memberikan manfaat ekonomi yang nyata.

Ia mengakui bahwa dalam pelaksanaannya, program MBG masih memiliki sejumlah kekurangan. Namun, Redy menilai pencapaian sejauh ini cukup signifikan mengingat waktu pelaksanaan yang baru berlangsung kurang dari satu tahun.

“Dalam perjalanannya, kita baru menjalankan program ini pada tahun 2025. Saya kira capaian luar biasa. Dalam 10 bulan sudah menjangkau 30 juta orang. Banyak kekurangan, iya, dan tentu butuh masukan. Namun ini punya dampak signifikan,” ujarnya.

Berita Terkait

Wakapolri Tegaskan Peran Strategis Humas Polri dalam Menjaga Marwah dan Membangun Kepercayaan Publik
Polda Metro Jaya Tangani Laporan Dugaan Kekerasan Seksual di Kampus UBL, Proses Hukum Dikawal Ketat
Humas Polri Hadir sebagai Garda Terdepan Lawan Hoaks dan Jaga Stabilitas Informasi Publik
Hari Parkinson Sedunia: Solidaritas Global dan Upaya Perawatan Lebih Adil untuk Penderita di Indonesia
Wamendikdasmen Pastikan Sekolah Rakyat Dapatkan Pembelajaran Berkualitas Melalui Guru Profesional
Ketua Komisi III DPR Apresiasi Transparansi Polri dalam Penindakan Pelanggaran Personel
TikTok Tutup 780 Ribu Akun Anak, Pemerintah Desak Platform Lain
Ratusan Anak Antusias Ikuti Khitan Massal Gratis oleh PDBN, PGSI dan RSINU Kerjasama Bank BTN

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:09 WIB

Polri Bongkar Produksi dan Peredaran Gas N20 Merk Whippink dengan Omset Miliaran Rupiah

Rabu, 15 April 2026 - 19:33 WIB

Mayat Pelajar di Muara Kaliadem, Polisi Periksa Delapan Saksi dan Dalami Dugaan Tawuran

Rabu, 15 April 2026 - 19:31 WIB

46 Batang Rel Kereta Dicuri di Way Kanan, Polisi Tangkap Dua Pelaku dan Telusuri Dugaan Jaringan

Rabu, 15 April 2026 - 19:16 WIB

Mayat Pria dengan Luka di Leher Gegerkan Warga Jombang

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

Polda Kepri Ungkap 41 Kasus Narkotika, Sita Ribuan Butir Ekstasi dan Etomidate Cair

Sabtu, 11 April 2026 - 17:29 WIB

Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 15,7 Kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni

Senin, 6 April 2026 - 16:55 WIB

Dua Oknum Pejabat Sempat Diamankan Terkait Judol, Bupati Gayo Lues Diminta Berikan Penjelasan 

Kamis, 2 April 2026 - 21:15 WIB

Mawardi Basyah Anggota DPR Aceh Fraksi Partai PPP Ditahan di Lapas Kelas IIB Banda Aceh

Berita Terbaru

ARTIKEL

Kecanduan Judol, Nyawa Ibu Kandung Melayang

Kamis, 16 Apr 2026 - 06:10 WIB

GAYO LUES

BGN Setop Sementara 17 Dapur MBG di Aceh Tenggara dan Gayo Lues

Kamis, 16 Apr 2026 - 05:57 WIB

YOGYAKARTA

Gandung Pardiman Bantu Korban Laka di Gunungkidul

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:30 WIB