slot preparation.lsrs.lu

Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 15,7 Kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 11 April 2026 - 17:29 WIB

50356 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan – Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung berhasil mengungkap kasus penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 15,7 kilogram di kawasan Seaport Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras aparat dalam menindaklanjuti informasi masyarakat terkait dugaan penyelundupan narkotika yang memanfaatkan kendaraan ambulans sebagai modus operandi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Kombes Pol Dwi Handono Prasanto menjelaskan, dalam pengungkapan tersebut petugas mengamankan empat orang tersangka berinisial RN, VR, TS, dan EC. Keempat tersangka merupakan warga Tangerang dengan latar belakang pekerjaan wiraswasta. Penangkapan berlangsung pada Jumat (10/4/2026) setelah petugas melakukan pemantauan intensif terhadap kendaraan ambulans yang diduga akan menyeberang ke Pulau Jawa.

Kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya penyelundupan narkotika dari Pulau Sumatra menuju Pulau Jawa dengan menggunakan ambulans sebagai alat transportasi. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim opsnal Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Lampung melakukan pengawasan di area Pelabuhan Bakauheni. Saat itu, petugas mendapati sebuah ambulans Daihatsu Luxio bernomor polisi B 1737 CIS melintas di lokasi. Dalam kendaraan tersebut tidak ditemukan pasien, melainkan empat pria yang dalam kondisi sehat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kecurigaan petugas semakin kuat ketika keempat pria tersebut menunjukkan gelagat gugup saat diperiksa. Petugas kemudian melakukan penggeledahan di bagian kabin ambulans dan menemukan satu tas berisi 15 bungkus paket yang diduga narkotika jenis sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di bawah jok bagian belakang kendaraan. Setelah ditimbang, total berat sabu yang diamankan mencapai 15.739 gram.

Selain sabu, petugas juga menyita empat unit telepon seluler Android dan satu unit ambulans Daihatsu Luxio yang digunakan untuk mengangkut barang haram tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, tersangka VR diduga berperan sebagai pengemudi ambulans yang ditugaskan menjemput pasien, sementara RN, TS, dan EC diduga bertugas membawa narkotika dari wilayah perbatasan Riau-Jambi menuju Tangerang.

Dari keterangan para tersangka, mereka menerima uang jalan sebesar Rp300 ribu. Selain itu, tiga tersangka lainnya dijanjikan upah antara Rp10 juta hingga Rp15 juta. Nilai ekonomis barang bukti yang berhasil disita diperkirakan mencapai sekitar Rp22,5 miliar. Aparat memperkirakan dengan jumlah sabu tersebut, sekitar 60 ribu jiwa dapat diselamatkan dari penyalahgunaan narkotika.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika junto ketentuan terkait dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan penyesuaian pidana. Mereka juga dikenakan Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika beserta pasal terkait lainnya. Ancaman hukuman bagi para tersangka sangat berat, mulai dari pidana mati, penjara seumur hidup, hingga pidana penjara paling lama 20 tahun.

Saat ini, keempat tersangka telah diamankan di Mapolda Lampung untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Pengungkapan ini menjadi bukti nyata komitmen aparat kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika yang merusak generasi bangsa. Selain itu, kasus ini juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap modus-modus baru penyelundupan narkotika yang semakin canggih dan beragam. Upaya sinergis antara aparat dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat guna memutus rantai peredaran narkoba di Indonesia. (*)

Berita Terkait

Kasatpol PP dan WH Nagan Raya Klarifikasi Pemberitaan Pengusiran Personel Saat Demo GERAM
Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo
Debat Panas Warnai Sidang Kasus Ijazah, Tim Hukum Terdakwa Bersitegang dengan Jaksa
Refly Harun Cecar Jokowi Soal Nama Mulyono di Sidang Kasus Ijazah Roy Suryo
Skandal Penyadapan Ilegal Seret Mantan Kapolri, Istana Sebut Indikasi Makar
Debat Panas Warnai Kesaksian Presiden Ketujuh di Sidang Dugaan Ijazah Palsu Roy Suryo, Refly Harun Protes Jaksa
Mabes Polri Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Ilegal Presiden
Nasir Nurdin Angkat Bicara soal Tuduhan Suap, Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru