Perkuat Pemulihan dan Kemandirian, Kepala BNN RI Resmikan SPPG Bersinar di Serang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 25 September 2025 - 22:44 WIB

50225 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG  Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Suyudi Ario Seto, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Karya Padarincang Bersinar di Desa Curug Goong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (24/9). Fasilitas ini digagas sebagai bentuk sinergi antara upaya pemulihan mantan penyalahguna narkoba dengan program prioritas nasional, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pengoperasian SPPG Bersinar menjadi cerminan pendekatan holistik BNN dalam mendukung reintegrasi sosial penyintas adiksi, dengan menyediakan akses terhadap asupan bergizi sekaligus pelatihan keterampilan kerja. Dengan demikian, layanan ini tak hanya menyehatkan tubuh, namun turut memperkuat daya hidup ekonomi dan sosial mereka yang pernah terjerat narkoba.

“SPPG ini kami harapkan tidak hanya menjadi pusat pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pelatihan kerja, tempat belajar, dan wahana pemulihan kepercayaan diri. Para mantan pecandu yang bekerja di sini, kelak bisa membuka warung sendiri, rumah makan, bahkan mungkin bekerja di luar negeri sebagai tenaga terampil,” ujar Kepala BNN RI dalam sambutannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SPPG yang dibangun di atas lahan seluas 1.000 meter persegi ini telah resmi beroperasi sejak 12 September 2025, setelah mendapatkan verifikasi dari Badan Gizi Nasional. Dengan mengandalkan dapur bergizi berfasilitas lengkap dan operasional yang dikelola secara profesional, layanan ini telah menjangkau 3.769 penerima manfaat.

Sasaran utama layanan gizi meliputi siswa-siswi sekolah, balita, dan kader posyandu di wilayah Kecamatan Padarincang. Penerima manfaat mendapatkan asupan gizi sehat secara berkala, yang disiapkan menggunakan bahan pangan berkualitas hasil pertanian lokal.

“Kehadiran dapur ini juga sekaligus menggerakkan roda ekonomi desa, dari petani hingga pedagang. Ini bukti nyata bahwa pemulihan bukan hanya perkara individu, tetapi proses kolektif yang menghidupkan kembali ekosistem sosial dan ekonomi masyarakat,” lanjut Suyudi.

Berbeda dari pendekatan rehabilitasi tradisional yang berfokus pada aspek medik dan psikososial semata, SPPG Bersinar menawarkan pendekatan rehabilitasi berbasis pemberdayaan. Para mantan penyalahguna narkoba dilibatkan langsung dalam seluruh rantai kerja dapur, mulai dari pengolahan bahan makanan, pengemasan, hingga distribusi.

“Ini semacam Balai Latihan Kerja (BLK) dalam bentuk nyata dan terintegrasi. Mereka belajar memasak, bekerja sama, bertanggung jawab, dan punya penghasilan. Di sinilah proses pemulihan mendapatkan makna yang lebih dalam,” kata Suyudi.

Menyadari potensi besar dari program ini, Kepala BNN RI mendorong seluruh jajaran BNN Provinsi hingga Kabupaten/Kota untuk menjalin sinergi dengan SPPG yang sudah maupun akan dibangun di berbagai daerah. Ia menegaskan pentingnya perluasan model serupa agar dampak positifnya dapat menjangkau lebih banyak individu dan komunitas rentan.

“Kita harap, SPPG ini bisa menjadi model nasional, di mana program pemenuhan gizi dan pemberantasan narkoba berjalan bergandengan. Ini juga bagian dari investasi kita dalam menyiapkan Indonesia Emas 2045—generasi sehat, kuat, dan tangguh secara mental maupun ekonomi,” pungkasnya.

Peresmian ini tidak hanya menjadi penanda teknis dimulainya kegiatan SPPG Yayasan Karya Padarincang Bersinar, melainkan juga langkah simbolik menuju pendekatan lintas sektor dalam pemulihan berkelanjutan. Kolaborasi BNN, Badan Gizi Nasional, dan masyarakat menjadi contoh nyata pendekatan komprehensif dalam menghadapi tantangan narkoba—yang menyentuh aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan kedaulatan sosial secara bersamaan.

Berita Terkait

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:16 WIB

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:38 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:48 WIB

PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:09 WIB

Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:25 WIB

Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:00 WIB

BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba

Senin, 1 Juni 2026 - 19:54 WIB

IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum Et Repertum dan Medikolegal, Hadirkan Pakar Forensik Nasional

Berita Terbaru