Perkuat Ekonomi Umat, Menteri Koperasi dan Aditya Yusma Beri Arahan dalam Rapat Pembentukan Koperasi Perisai SI

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 8 Oktober 2025 - 00:39 WIB

50262 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Perisai Syarikat Islam (Perisai SI), organisasi sayap kepemudaan Syarikat Islam, resmi memulai langkah strategis baru dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembentukan Koperasi Perisai SI. Rapat pembentukan koperasi tersebut diselenggarakan pada Senin (6/10/2025) di Kantor Pusat DPP Perisai Syarikat Islam, Jalan Taman Amir Hamzah No. 2, Jakarta Pusat, dihadiri oleh jajaran Pimpinan Pusat (PP) Perisai SI, termasuk Ketua Umum Aditya Yusma dan Sekretaris Jenderal Muhammad Nur, serta seluruh perwakilan anggota dari berbagai daerah.

Pembentukan Koperasi Perisai SI mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Indonesia. Menteri Koperasi dan UKM, Dr. Ferry Juliantono, hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pengarah Perisai SI untuk memberikan arahan sekaligus dukungan terhadap inisiatif tersebut. Kehadirannya menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi umat dan agenda pembangunan nasional.

Dalam sambutannya, Menteri Ferry menekankan bahwa pendirian koperasi oleh Perisai SI sejalan dengan fokus utama pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan, khususnya melalui program unggulan seperti pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Ia juga menyoroti pentingnya tata kelola yang baik, transparansi, serta digitalisasi dalam operasional koperasi agar dapat menjadi model percontohan bagi koperasi lain di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum Perisai SI, Aditya Yusma, menegaskan bahwa Koperasi Perisai SI tidak semata-mata dibentuk untuk mencari keuntungan. Koperasi tersebut hadir sebagai upaya mewujudkan kemandirian ekonomi umat yang berkelanjutan.

“Koperasi ini adalah ‘perisai’ yang menjaga perekonomian anggota kami. Kami berkomitmen untuk mengoperasikan koperasi ini di sektor riil, baik sebagai Koperasi Jasa maupun Koperasi Produsen, yang diharapkan mampu melibatkan anggota dari berbagai latar belakang usaha di seluruh Indonesia, dan ini adalah jihad ekonomi kita semua!” ujarnya.

Koperasi Perisai SI memiliki tujuan utama memperkuat perekonomian dari tingkat akar rumput dengan fokus pada sektor pertanian dan pangan. Koperasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis yang menjadi agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Melalui model Koperasi Produsen, Perisai SI berpotensi menjadi pemasok utama bahan pangan bergizi, mulai dari sayuran, telur, hingga makanan siap saji yang bersumber langsung dari anggota dan jaringan petani di daerah. Pengadaan melalui koperasi akan menjamin kualitas, menstabilkan harga, serta memangkas rantai pasok, sehingga memberikan manfaat ekonomi maksimal bagi anggota di tingkat dasar.

Menutup acara, Aditya Yusma menyampaikan seruan motivasi kepada seluruh pengurus dan anggota, “Koperasi ini adalah benteng pertahanan kita! Sudah saatnya kita bangkit, berdikari, dan membuktikan bahwa Syarikat Islam mampu menjadi tulang punggung perekonomian bangsa. Mari kita bekerja kolektif, ikhlas, dan profesional untuk menjaga perekonomian umat, mulai dari sektor riil di desa-desa hingga ke sentra-sentra usaha di kota.”

Koperasi Perisai SI juga berkomitmen untuk terus mengembangkan unit-unit usaha produktif yang mampu memberikan nilai tambah bagi anggotanya. Ke depan, koperasi tersebut diharapkan dapat menjalin kemitraan strategis dengan BUMN dan sektor swasta, membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk anggota, serta menjadi inkubator bagi lahirnya wirausaha muda berbasis syariah.

Langkah pembentukan Koperasi Perisai SI merupakan fondasi jangka panjang bagi Perisai SI. Tujuannya adalah untuk mewujudkan cita-cita ekonomi organisasi yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Berita Terkait

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah
Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang
Jadi Pembicara dalam SUSBANPIM VIII, Menteri Nusron: Good Governance Dimulai dari Disiplin, Pembagian Tugas, dan Tata Kelola yang Jelas
Beda Fungsi dan Kegunaan, Pahami Perbedaan Pengecekan Sertipikat dan SKPT

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:32 WIB

Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto, Bukti Nyata Komitmen Bersihkan Institusi dari Praktik Korupsi

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:39 WIB

*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:05 WIB

Sebanyak 1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima RK dan PMP Khusus Waisak Tahun 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:21 WIB

*Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni 2026, BRN: Jawaban atas Kerinduan Masyarakat*

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:32 WIB

Simak Cara Jual Beli Tanah yang Aman agar Terhindar Masalah di Masa Mendatang

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:30 WIB

Pasang Patok, Cara Sederhana Cegah Sengketa Tanah dengan Tetangga

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:45 WIB

Berantas Mafia Tanah, Ini Cara Melapor ke Kementerian ATR/BPN

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:38 WIB

Jadi Bagian dari Satgas PKH, Kementerian ATR/BPN Kawal Kepastian Hukum dan Tata Kelola Kawasan Hutan

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Jun 2026 - 14:16 WIB