Peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh, Pemerintah Dorong Penguatan Dana Otonomi Khusus

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:37 WIB

50136 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh digelar dengan khidmat di Balai Mesaraya Aceh, Sabtu (15/8/2026). Momentum ini menjadi refleksi sekaligus ajang penguatan komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan berkelanjutan pascakonflik dan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir 2025.

Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para duta besar negara sahabat, dan tokoh-tokoh kunci perdamaian, menghadiri peringatan yang diwarnai penyerahan penghargaan kepada individu dan lembaga yang berperan penting dalam bidang pertanian, reintegrasi, penyelesaian konflik, hingga pendidikan damai di Aceh. Pemerintah menegaskan bahwa upaya membangun Aceh tidak berhenti pada aspek infrastruktur, namun juga menuntut sinergi pemangku kepentingan dalam menuntaskan agenda-agenda amanat perdamaian.

Dalam sambutan, Fadlullah menuturkan bahwa salah satu isu strategis yang kini menjadi prioritas adalah keberlanjutan pembiayaan pembangunan daerah. Pemerintah Aceh bersama DPR Aceh telah mengajukan perpanjangan Dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar 2,25 persen kepada pemerintah pusat. Kebijakan ini dinilai sangat penting mengingat masa berlaku Dana Otsus akan berakhir pada 2027, padahal kebutuhan untuk rehabilitasi serta rekonstruksi wilayah terdampak bencana dan penuntasan implementasi kesepakatan damai masih sangat besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usulan perpanjangan Dana Otsus kini tengah dalam pembahasan pemerintah pusat. Pemerintah Aceh berharap keputusan yang akan diambil mampu memberikan kepastian pendanaan untuk agenda pembangunan jangka panjang sekaligus memastikan rekomendasi MoU Helsinki dan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) berjalan efektif hingga ke akar masyarakat.

Peringatan perdamaian ke-21 juga diisi dengan penyaluran santunan bagi anak yatim dan penegasan komitmen seluruh elemen Aceh dalam menjaga suasana damai yang telah diraih. Pemerintah menegaskan, perdamaian bukan sekadar capaian masa lalu, melainkan fondasi untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan Aceh di masa depan. (*)

Berita Terkait

Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri
Bendera Merah Putih Kembali Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Simbol Pemulihan Menjelang HUT ke-81 RI
Status Bendera Bintang Bulan Masih Menjadi Polemik di Aceh
Teriakan “Merdeka” Warnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman
Hari Damai Aceh Berubah Jadi Chaos, Massa Kejar Aparat hingga Bakar Motor TNI
Aksi Kericuhan Hari Damai Aceh Rusak Sejumlah Kendaraan, Warga Minta Pemerintah Beri Perhatian
Massa Tunjukkan Foto Korban Luka Saat Kerusuhan Peringatan Damai Aceh
Kericuhan Hari Damai Aceh: Tanda Kekecewaan atau Aksi yang Ditunggangi?

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Ribuan Warga Samadua Bergerak Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:06 WIB

ForPAS : IUP MMS Bukan Cek Kosong, KPK Diminta Telusuri Kemungkinan Dugaan Gratifikasi dalam Perizinan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:29 WIB

Bupati Aceh Selatan Dukung Peningkatan Kompetensi Guru, Pemkab Jajaki Kerja Sama dengan Pascasarjana USK

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:53 WIB

Senjata Api Mengancam Masyarakat, IMP Desak Evaluasi dan Pemeriksaan Polres Aceh Selatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:31 WIB

Pemkab Aceh Selatan Percepat Usulan WPR, Sembilan Lokasi Disiapkan untuk Tambang Rakyat Legal

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:25 WIB

Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT

Berita Terbaru