HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Perdagangan Gelap Emas Aceh, Jejak Jaringan Internasional dalam Penyelundupan di Bandara SIM

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:22 WIB

50313 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH  – Dunia gelap perdagangan emas di Aceh terbongkar menyusul penangkapan tiga kilogram emas batangan yang nyaris lolos dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Rabu (1/7/2026). Fakta di balik pengungkapan kasus ini menguak betapa ringkihnya pengawasan negara atas eksploitasi sumber daya alam dan betapa panjangnya rantai penyelundupan yang bermula dari perut bumi Aceh hingga menyeberang ke luar negeri. Laporan investigatif ini dikutip dari serambinews.com.Penelusuran keras selama beberapa hari memperlihatkan bahwa peredaran emas hasil tambang rakyat hingga kelompok swasta secara sistematis dikendalikan oleh jaringan perantara dan penampung. Emas dari kawasan Pidie, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat, hingga Aceh Selatan, dikumpulkan secara tunai—transaksi berlangsung senyap di pertokoan Banda Aceh. Melalui jalur uang tunai dalam jumlah besar, emas ditampung dan dijual dengan harga sesuai pasar dunia, membuat para penambang lebih tergiur menjual ke jaringan asing ketimbang ke perajin lokal.

Investigasi berdasarkan pengakuan narasumber di lapangan mengungkapkan, satu kamar penuh likuiditas rupiah dipakai membeli emas sebelum kemudian dikirimkan ke luar negeri. Sumber menyebutkan, dikelola kelompok-kelompok yang sebagian besar beranggotakan warga negara China dengan puluhan perantara lokal. Jumlahnya bahkan disebut mencapai ratusan WNA yang sudah tiga tahun terakhir aktif mengatur arus emas, bukan hanya dari tambang sendiri, namun juga hasil penambangan rakyat di desa-desa Aceh.

Seluruh emas hasil perburuan itu setelah terkumpul, diangkut melalui Bandara SIM—setiap kurir membawa rata-rata dua kilogram. Praktek ini berlangsung hampir setiap hari, hingga aparat menggagalkan dua kali upaya penyelundupan dalam dua bulan, dengan total sitaan 3,5 kilogram emas. Namun pengungkapan itu hanya puncak gunung es, karena fakta di lapangan menunjukkan pengiriman emas ke luar negeri langsung berpindah ke jalur darat menuju Medan untuk selanjutnya diekspor ke negara tujuan melalui Singapura dan Malaysia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jaringan ini diduga makin leluasa memanfaatkan celah pengawasan, bahkan dengan dalih setoran biaya besar agar aktivitas tetap mulus. Pengungkapan ini sekaligus memancing pertanyaan keras: sampai di mana komitmen negara menertibkan eksploitasi brutal sumber daya Aceh, dan siapa saja yang bermain dalam rantai korup dan ilegal ini?

Penangkapan warga negara asing di Bandara SIM pada awal Juli oleh tim gabungan Bea Cukai, kepolisian, dan militer, hanyalah permukaan. Proses penyidikan Polda Aceh saat ini masih mendalami asal-usul emas yang diamankan, serta keterkaitan pelaku dengan jejaring lebih besar yang diduga tak hanya beroperasi di Aceh, tetapi juga di sejumlah wilayah lain Indonesia.

Jalur transaksi emas, pembelian tunai besar-besaran, dan keterlibatan investor serta perantara lokal menegaskan betapa lemahnya pengawasan pemerintah dan penegak hukum. Jaringan perdagangan gelap emas ini telah menjadi bom waktu yang tidak hanya merugikan perekonomian daerah, tetapi juga membahayakan kredibilitas negara dalam menjaga kedaulatan sumber daya alam dan marwah hukum.

Dua kali upaya penyelundupan emas digagalkan di jalur udara, namun jalur perdagangan tetap bergerak. Setiap gram emas yang lolos menjadi cermin betapa ekosistem pengawasan dan penindakan masih jauh dari kata tuntas. Negara harus bertindak lebih keras, menertibkan hulu dan hilir, serta menindak tegas semua pelaku yang mengambil untung dari kerusakan sistemik ini. Jika hanya berhenti pada pelaku lapangan tanpa membongkar jaringan besar di belakangnya, perdagangan emas ilegal akan terus berputar jauh dari jangkauan hukum. Seluruh temuan dan detail jejaring ini dikutip dari serambinews.com. (*)

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh
DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:19 WIB

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Beredar Telepon Ancaman untuk Bungkam Suara Karhutla, Influencer Kalimantan Diminta Hapus Video Kebakaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:18 WIB

Papua Selatan Jadi Episentrum Karhutla, Puluhan Ribu Hektare Terbakar di Tengah PSN

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:11 WIB

Klaim Keberhasilan Padamkan Karhutla 80 Persen Dinilai Omong Kosong di Tengah Kepungan Asap Lintas Negara

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB